6 Sifat Yang Di Cintai Allah

Oleh : Gus Wahid

6 Sifat yang di cintai Allah

Terdapat 6 sifat yang di cintai Allah, yaitu:

Bertaubat

Allah mencintai orang-orang yang mau bertaubat akan tetapi di antar orang-orang yang bertaubat tersebut Allah lebih mencintai seorang pemuda yang benar-benar bertaubat.

Malu

Malu di sini dalam artian malu melakukan keburukan. Allah mencintai setiap orang yang memiliki sifat malu akan keburukan, akan tetapi di antara sifat malu akan keburukan tersebut, Allah lebih mencintai seorang wanita yang benar-benar memiliki rasa malu dengan keburukan.

Adil

Allah menyukai semua perbuatan keadilan yang dilakukan hamba-Nya. Hanya saja Allah, lebih mencintai keadilan yang dimiliki seorang pemimpin.

Kedermawanan

Allah cinta kepada hambaNya yang suka berderma. Akan tetapi akan lebih bagus apabila orang kaya yang dapat memiliki sifat dermawan.

Sabar

Semua orang akan dicintai oleh Allah ketika seseorang tersebut bisa berbuat sabar, akan tetapi Allah lebih mencintai kepada hambanya yang tetap bersabar walau dalam keadaan dicoba oleh Allah, bahkan ketika cobaan tersebut berupa kekurangan dari segi finansial. Dan sifat yang Allah cintai kepada hambanya yang terakhir adalah sifat

Ridho

Sifat yang di cintai Allah lainnya adalah ridho.Dari ‘Abbas bin ‘Abdil Muththalib radhiyallahu ‘anhu, bahwa dia telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Akan merasakan kelezatan/kemanisan iman, orang yang ridha kepada Allah sebagai Rabbnya dan Islam sebagai agamanya serta (nabi) Muhammad sebagai rasulnya”

Imam Nawawi menjelaskan hadist tersebut:

“…Tidak diragukan lagi bahwa siapa saja yang memiliki sifat ini, maka niscaya kemanisan iman akan masuk ke dalam hatinya sehingga dia bisa merasakan kemanisan dan kelezatan iman tersebut (secara nyata)”

Patuh Pada Rasulullah

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ صَخْر رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوْهُ، وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ، فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِيْنَ مَنْ قَبْلَكُمْ كَثْرَةُ مَسَائِلِهِمْ وَاخْتِلاَفُهُمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ .

Yang artinya “Dari Abu Hurairah, dari Abdurrahman bin Sakhr radhiallahu’anhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

‘Apa-apa yang aku larang untuk kalian maka jauhilah, dan apa-apa yang aku perintahkan kepada kalian maka kerjakan semampumu. Sesungguhnya kehancuran orang-orang sebelum kalian adalah karena banyaknya pertanyaan mereka (yang tidak berguna) dan penentangan mereka terhadap nabi-nabi mereka.’”

Hadis tersebut memberitahu kepada kita bahwa larangan dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam yang bersifat untuk meninggalkannya adalah total, maksudnya wajib ditinggalkan semua.

Adapun yang sifatnya makruh, masih bisa diperbolehkan. Maka dari itu, ketika kita melakukan dosa baik berupa maksiat ataupun yang lainnya, ketika kita sudah bertaubat hendaknya kita bertaubat dengan total, atau disebut juga dengan taubatan nasuha.

Wallahu a’lam

Baca Artikel Islami Lainnya: Artikel Islami YASA Peduli

Ikuti Kegiatan Sosial Terbaru Kami: @yasapeduli

Leave a Comment