Amalan Rahasia

Amalan Rahasia Yang Dicintai Allah Ta’ala

Salah satu kehebatan ibadah puasa adalah ia ibadah yang sangat rahasia. Ibadah yang menuntut ketulusan dan kejujuran seorang hamba kepada Allah Ta’ala. Orang yang ikut buka bersama, sahur bersama, belum tentu puasa bersama. Orang yang bibirnya kering dahaga, bau mulutnya, lemas tubuhnya, belum tentu puasa. Oleh karena itulah, puasa betul-betul rahasia, hanya masing-masing individu yang tahu amalannya. 

Kemudian, apakah amalan rahasia yang begitu Allah Ta’ala cintai di samping puasa?

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bertanya,

Apakah kalian tidak mampu untuk beramal seperti amalannya Abi Dhom-dhom?

Sahabat bertanya,

Siapa itu Abi Dhom-dhom ya Rasulullah?” “Ia adalah orang yang hidup sebelum kalian yang memiliki amalan rahasia. Setiap sebelum tidur ia berkata, ‘Ya Allah, semua orang yang hari ini melanggar kehormatanku telah aku maafkan semuanya.’”

Amalan Memaafkan

Orang ini mendapat derajat yang mulia di sisi Allah Ta’ala karena amalan rahasianya, yakni memaafkan. Memaafkan dapat membersihkan diri dan jiwa ketika dilakukan sebelum tidur.  Tidur menjadi nyaman dan seseorang tidak memiliki beban untuk mendendam atau membenci orang lain. 

Amalan memaafkan ini, hendaknya kita mulai terhadap orang-orang terdekat kita. Orang yang setiap hari kita berinteraksi dengan mereka agar hubungan yang sudah dijalin tidak kemudian rusak. Allah Ta’ala juga menganjurkan untuk memaafkan, maka Allah akan janjikan ampunan baginya. Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا يَأْتَلِ اُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ اَنْ يُّؤْتُوْٓا اُولِى الْقُرْبٰى وَالْمَسٰكِيْنَ وَالْمُهٰجِرِيْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۖوَلْيَعْفُوْا وَلْيَصْفَحُوْاۗ اَلَا تُحِبُّوْنَ اَنْ يَّغْفِرَ اللّٰهُ لَكُمْ ۗوَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

“… Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu?…” (QS. An Nuur : 22).

Amalan Bermunajat Kepada Allah

Kemudian, apa amalan rahasia selanjutnya?

“Tujuh golongan manusia yang akan mendapatkan naungan dan perlindungan Allah subhanahu wa ta’ala  pada hari tidak ada perlindungan, tidak ada naungan, kecuali perlindungan dan naungan Allah subhanahu wa ta’ala……..” 

Salah satunya adalah,

“Sendiri mengingat Allah, kemudian air matanya bercucuran menangisi dosa-dosanya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Yakni bermunajat kepada Allah ta’ala hingga jatuhlah tangisnya tanpa diketahui orang lain. Tidak akan ada riya’ karena ia berusaha agar tidak ada orang yang memperhatikan ketika ia menangis. Tangisnya adalah tangis murni karena menyesali dosa-dosa dan bukan untuk diperhatikan orang lain.

Amalan Menyembunyikan Sedekah

Dalam hadist yang sama, ada satu amalan lagi yang sifatnya rahasia,

“Seseorang yang bersedekah kemudian menyembunyikan sedekahnya, hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya”.

Ini adalah sebuah gaya bahasa yang menunjukkan bahwa seseorang itu sangat lihai dalam menyembunyikan kebaikannya.

 

اِنْ تُبْدُوا الصَّدَقٰتِ فَنِعِمَّا هِيَۚ وَاِنْ تُخْفُوْهَا وَتُؤْتُوْهَا الْفُقَرَاۤءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۗ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِّنْ سَيِّاٰتِكُمْ ۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

“Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu.” (Q.S. Al Baqarah : 271)

Orang yang suka sembunyi-sembunyi dalam beramal, maka Allah pun juga akan sembunyi-sembunyi dalam mengampuni dosa-dosanya. Dan derajat orang yang sembunyi-sembunyi dalam beramal saleh sebagaimana takutnya ia orang yang sembunyi-sembunyi dalam berbuat dosa, yang demikian itu akan Allah ta’ala jadikan ia wali atau orang yang dicintai-Nya.

Amalan Mendoakan Orang Lain

Amalan rahasia yang terakhir adalah mendoakan orang lain tanpa sepengetahuan yang bersangkutan. Secara khusus menyebut namanya dalam doa-doa agar mendapatkan kebaikan-kebaikan dari Allah ta’ala. Doa semacam ini adalah lebih utama dalam hubungan sesama muslim. Yang lebih baik lagi adalah mendoakan orang yang berkontribusi dalam menyampaikan kebaikan kepada kita. Hal itu adalah cara terbaik untuk berterima kasih kepada mereka.

 

فَلَا تَعۡلَمُ نَفۡسٌ مَّاۤ اُخۡفِىَ لَهُمۡ مِّنۡ قُرَّةِ اَعۡيُنٍ‌ۚ جَزَآءًۢ بِمَا كَانُوۡا يَعۡمَلُوۡنَ

“Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.” (QS. As Sajdah : 17)

Baca juga :

Perusak kebaikan

Rencana yang baik

Tunduknya hati

Ikuti kegiatan kami di @yasapeduli

Leave a Comment