Gizi Untuk Calon Pengantin

Gizi Untuk Calon Pengantin

Oleh : Catur Saptaning Wilujeng S.Gz, MPH

Pernikahan adalah awal membentuk kehidupan berumah tangga dengan pasangan yang kita cintai. Menikah adalah masa yang paling ditunggu oleh calon pasutri (pasangan suami istri). Perlu kita ingat bahwa salah satu tujuan menikah dan yang merupakan salah satu ciri dari makhluk hidup adalah mempunyai keturunan.

Oleh karena itu gizi seimbang dan perilaku kesehatan sebelum menikah harus diperhatikan oleh calon pasutri, terutama calon mempelai wanita karena merekalah yang akan mengandung calon bayi.

Fokus utama pemenuhan zat gizi pada masa sebelum menikah (masa prakonsepsi) untuk calon mempelai wanita adalah pemenuhan asam folat, zat besi, vitamin C, vitamin E, vitamin B6, seng, selenium, dan kalsium.

Untuk mempelai wanita susunan menu yang diperlukan selama masa prakonsepsi yaitu terdiri dari sayuran, buah-buahan dan makanan pokok yang mengandung serat, ikan, daging ayam dan kacang-kacangan yang merupakan dasar kesuburan wanita. Buah-buahan diperlukan sebagai sumber vitamin C dan seng yang penting dalam proses penyerapan zat besi.

gizi

Selain itu juga beragam sayuran dan buah diperlukan sebagai sumber asam folat untuk antioksidan. Bahan makanan lain seperti biji-bijian, daging dan serealia yang merupakan sumber selenium serta makanan laut seperti kerang, ikan tuna, ikan salmon, makanan pokok (roti, gandum) dan beras merah yang kaya akan seng juga berguna untuk maturasi (pematagan) organ seksual.

Untuk calon mempelai pria dianjurkan untuk mengkonsumsi buah-buahan seperti stroberi dan alpukat, sayur hijau yang kaya akan vitamin C yang berguna untuk meningkatkan jumlah sperma dan mobilitasnya. Selain itu wortel, ubi merah, mangga, serta sayuran berdaun hijau yang merupakan sumber beta karoten untuk maturasi/kematangan sperma.

  • Tiga bulan menjelang masa prakonsepsi
  • Sebaiknya menghentikan kebiasaan merokok
  • Mengikuti program penurunan berat badan bagi yang kegemukan, karena kegemukan menghambat keseimbangan testosteron/esterogen sehingga menyebabkan ketidaksuburan
  • Mengkonsumsi vitamin dalam jumlah cukup, bisa dengan pil suplemen atau memperbanyak konsumsi alpukat, minyak zaitun, minyak bunga matahari dan biji wijen
  • Memperbanyak konsumsi sumber seng untuk meningkatkan proteksi sperma terhadap kerusakan karena radikal bebas
  • Untuk wanita memerlukan asam lemak esensial selama 3 bulan, yaitu dengan mengkonsumsi ikan segar (menghindari ikan yang diproses/dikalengkan)
  • Mengurangi konsumsi kafein yang terkandung dalam sejumlah minuman
  • Memperbanyak bahan makanan organik dan mengurangi/menghindari makanan yang mengandung zat kimia/pestisida/hormon
  • Dua bulan menjelang masa prakonsepsi
  • Memperbanyak konsumsi vitamin C sekitar 500 mg/hari agar tubuh kebal terhadap infeksi
  • Memperbanyak konsumsi sumber makanan yang kaya beta karoten yang terkandung dalam jus jeruk dan buah kiwi
  • Mengkonsumsi air mineral secukupnya
  • Satu bulan menjelang masa prakonsepsi
  • Meningkatkan konsumsi vitamin C sampai 1000 mg/hari
  • Memenuhi kebutuhan asam folat dengan suplementasi setiap hari
  • Memenuhi kebutuhan vitamin E melalui suplemen
  • Memenuhi kecukupan serat untuk mencegah konstipasi selama kehamilan

Berikut contoh resep makanan untuk diet bagi calon pengantin pria dan calon pengantin wanita:

1. SPERM ALERT DIET (Dr. Dawson dari University of Texas, menonjolkan khasiat vitamin C dalam mempengaruhi kualitas sperma) untuk calon pengantin pria

  • 1½ buah paprika merah (212 mg)
  • 2 cangkir brokoli segar, direbus (196 mg)
  • 3 buah kiwi (222 mg)
  • 1 buah cantaloupe/melon jingga (226 mg)
  • 3 buah jeruk (210 mg)
  • 2½ cangkir strawberi (210 mg)

2. Diet pencegahan kelahiran cacat dari Medical College of St. Bartholomeus Hospital London, untuk calon pengantin wanita

  • 1 cangkir jus jeruk (10.7 mg)
  • ⅓ cangkir serealia segala merek (0.1 mg)
  • ½ cangkir bayam, direbus (0.13 mg)
  • ½ cangkir biji-bijian kering, direbus (0.12 mg)

 

Referensi:

Karyadi, D.(2006). Gizi Seimbang untuk Prakonsepsi di dalam Hidup Sehat Gizi Seimbang dalam Siklus Kehidupan Manusia. Soekirman, Hari Susana, M.H Giarno, Yani Lestari (editor). Jakarta : PT Primamedia Pustaka Anggota IKAPI, pp.126-37

 

Baca juga :

Unsur dasar saling mencintai

Ilusi pikiran

Larangan mengolok olok

Ikuti kegiatan kami di @yasapeduli

Leave a Comment