Jiwa Hebat Siap Dengan Yang Berat

Jiwa Yang Hebat

“Amalan yang paling berat diamalkan itu ada tiga: Dermawan saat yang dimiliki sedikit, menghindari maksiat saat sunyi tiada siapa-siapa, dan menyampaikan kata-kata yang benar dihadapan orang yang diharap atau ditakuti”. Imam Syafi’i –rahimahullah-

Kondisi yang tidak ideal terkadang menjadi alasan bagi sebagian besar orang untuk tidak mau melakukan hal-hal besar yang bermanfaat bagi dirinya, maupun bagi orang lain. Kesulitan, ketidaknyamanan, serta kemelaratan, seringkali muncul sebagai penghalang untuk dia mengeluarkan potensi-potensi terbaiknya.

Itulah yang telah diisyaratkan oleh al Imam Syafi’i –rahimahullah- kepada kita tentang tiga hal yang berat diamalkan, yang banyak orang tidak mampu melakukannya. Jika ditilik, memang alasan seseorang untuk tidak melakukan hal-hal tersebut memiliki cukup dasar. Tidak dermawan karena dia miskin, tidak taat kala sendirian, dan diam saat di depan orang yang ditakutinya.

 Namun, kondisi-kondisi tersebut di atas tidak boleh dijadikan alasan penghambat bagi seseorang yang menginginkan kemuliaan. Tiga hal itu bukan masalah berat bagi pribadi yang punya semangat dan jiwa yang hebat. 

Contoh Jiwa Yang Hebat

Ambillah contoh tentang sifat kedermawanan, yang mungkin di sekeliling kita akan banyak dijumpai orang-orang hebat dalam bab ini. Apalagi, negeri kita ini telah diakui sebagai salah satu ‘Negeri Paling Dermawan’ oleh bangsa lain. Kita tidak sedang bicara tentang orang berpunya yang dermawan, namun tentang mereka yang tak berpunya namun hebat jiwa dan kedermawanannya.

Ketika terjadi tragedi kemanusiaan di Rohingya Burma, Alhamdulillah, antusias kaum muslimin dalam memberikan bantuan kepada muslim Rohingya begitu luar biasa. Kepedulian tidak hanya di tunjukkan oleh para donatur LAZ YASA Malang dan kaum muslimin lainnya, tetapi jiwa hebatnya kedermawanan juga ditunjukkan oleh para anak-anak yang ada di Ponpes Yatim Dhuafa Al Ikhlas – YASA Malang. Hampir semua dari mereka ikhlas membuka uang tabungannya untuk di infaqkan kepada Muslim Rohingya, bahkan dengan nominal yang cukup besar bagi anak-anak tersebut.

Kedermawanan diperlihatkan pula oleh seorang ibu, yang saya tahu kondisi ekonominya tidak seberapa serta hidup sebagai seorang single parent, saat beliau bergabung sebagai donatur YASA Malang untuk program Catering Dhuafa. Rasa iba dengan keadaan sesama yang lebih membutuhkan telah mengalahkan kecintaannya pada hartanya.

Beliau ibu yang hebat, sebagaimana Imam Syafi’i –rahimahullah- menyatakan,

“Orang yang hebat adalah orang yang memiliki kemampuan menyembunyikan kemiskinannya, sehingga orang lain menyangka bahwa dia berkecukupan karena dia tidak pernah meminta-minta.”

Dan masih banyak lagi akan kita temui jiwa hebat untuk bab kedermawanan. Bagaimana untuk dua keadaan lainnya? Ketaatan saat sendiri dan berani mengatakan yang benar pada orang yang ditakuti juga hanya bisa ditanggung oleh jiwa-jiwa yang hebat.

Semoga kita semua tidak pernah berhenti berproses menjadi pribadi-pribadi berjiwa hebat agar hidup kita juga dijadikan hebat oleh Allah ta’ala. Wallahu a’lam bishshowab. 

 

Baca juga :

Muallaf terus bertambah

Al-Qur’an telah sampai

Menabung dan investasi

Ikuti kegiatan kami di @yasapeduli

Leave a Comment