Silaturrahim dan Keutamaanya Dalam Islam

Oleh: Alm. Gus Wahid Arema

Pentingya Silaturrahim

‘Human can’t live by themselves kalimat ini menggambarkan bahwa seorang manusia membutuhkan orang lain agar bisa bertahan hidup, sebagai seorang muslim hal ini ditunjukkan dengan kewajiban kita untuk menjaga tali silaturrahim. Dalam agama Islam, silaturrahim adalah hal yang sangat penting.

Tentu kita sudah banyak mendengar tentang keutamaan silaturrahim dari para guru, para kyai, para ulama. Di antaranya yaitu salah satu sabda nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya,

Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia menyambung tali silaturrahim.” (Hadist Bukhari Nomor 5673).

Keutamaan Silaturrahim

Keutamaan yang lainnya yaitu, apabila di antara kita ada yang ingin dilapangkan rezekinya, hendaklah kita harus menyambung tali silaturahim dan apabila di antara kita ada yang ingin diberi umur yang barokah, hendaklah kita juga menyambung tali silaturrahim. Sungguh para sahabat, para salafus sholeh, para orang tua kita, memiliki kelebihan yaitu senang bersilaturrahim

Selain itu ada lagi satu hadist yang jarang kita dengar, hadist ini merupakan hadist muttafaqun ‘alaih yaitu hadist yang dishahihkan oleh imam Bukhari dan imam Muslim.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, katanya,

“Rasulullah bersabda, ‘Sesungguhnya Allah Ta’ala menciptakan seluruh makhluk, kemudian setelah selesai dari semuanya itu lalu rahim -kekeluargaan- itu berdiri lalu berkata: ‘Ini adalah tempat orang yang bermohon kepadaMu -Tuhan- daripada perpisahan.’ Allah berfirman: ‘Ya, apakah engkau rela jikalau Aku perhubungkan orang yang menghubungimu –kekeluargaan – dan Aku memutuskan orang yang memutuskanmu?’ Rahim menjawab: ‘Y’.” Allah berfirman lagi: ‘Jadi keadaan yang sedemikian itu tetap untukmu -yang menghubungi atau yang memutuskan.’

Selanjutnya Rasulullah bersabda: ‘Bacalah jikalau engkau semua menghendaki -firman Allah yang artinya-: ‘Apakah seandainya engkau semua berkuasa, engkau semua akan membuat kerusakan di bumi dan memutuskan ikatan kekeluargaan? Orang-orang yang sedemikian itulah yang dilaknat oleh Allah, kemudian ditulikan pendengarannya oleh Allah serta dibutakan penglihatannya.’ [Surah Muhammad: 22-23].” (Muttafaq ‘alaih); dalam riwayat Imam Bukhari disebutkan demikian: “Kemudian Allah Ta’ala berfirman: “Barangsiapa yang menghubungimu -kekeluargaan- maka Aku menghubungkannya dan barangsiapa memutuskan kamu, maka Aku juga memutuskannya.”

Berdasarkan hadist di atas menjaga tali silaturrahim sangatlah penting, jikalau saudaramu berbuat kurang baik, cukuplah engkau yang berbuat baik sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Allah. Hal ini memang sangatlah berat untuk dilakukan akan tetapi sebanding dengan pahala dan keberkahan yang dijanjikan oleh Allah bagi setiap hamba yang senantiasa menjaga silaturrahmi.

Baca Artikel Islami Lainnya

Ikuti Kegiatan Sosial Terbaru Kami: @yasapeduli

Leave a Comment