Kolaborasi Agar Maksi

Apa itu kolaborasi?

Salah satu hal penting yang harus berubah adalah bagaimana cara kerja kita untuk mencapai hasil yang kita inginkan. Maka muncullah ‘Kolaborasi’. Apa itu kolaborasi? Kolaborasi adalah bentuk kerjasama, interaksi, kompromi beberapa elemen yang terkait, baik individu, lembaga, dan atau pihak-pihak yang terlibat secara langsung dan tidak langsung yang menerima akibat dan manfaat. Nilai-nilai yang mendasari sebuah kolaborasi adalah tujuan yang sama, kesamaan persepsi, kemauan untuk berproses, saling memberikan manfaat, kejujuran, kasih sayang, serta berbasis masyarakat (CIFOR/PILI, 2005).

Era yang Baru

Disrupsi, sebuah era yang menjadikan banyak sekali terjadi perubahan yang mendasar atau fundamental. Ekonomi, Bisnis, layanan keuangan, pendidikan, politik, sosial, teknologi, dan berbagai lini kehidupan tiba-tiba berubah drastis. Bahkan gaya hidup kita sekarang juga tak terasa berbeda dari gaya hidup kita tiga atau empat tahun yang lalu. Cepat, simple, tak berbatas.
Tak sedikit yang terpukul dengan hal ini. Bisnis dan usaha berguguran, berimbas pada pemutusan hubungan kerja serta masalah hubungan tenaga kerja. Banyak pekerjaan yang hilang akibat kebijakan otomatisasi dan robotisasi. Jika tidak disikapi secara tepat, maka kita bisa terlindas.
Prof. Rhenal Kasali memberikan satu formula untuk menghadapi hal ini, berani mendisrupsi diri sendiri atau self disruption.

Merubah mindset, tinggalkan pola-pola lama, berani mendobrak kemapanan. Mau tidak mau, siap tidak siap, perubahan harus dilakukan.

Contoh Kolaborasi

Kolaborasi GO-JEK dan taksi Blue Bird, Lenovo dan Google, Toyota dan Mazda, serta banyak lagi contoh semakin menguatkan keyakinan kita bahwa agar maksimal kita butuh berkolaborasi. Bahkan, kolaborasi-kolaborasi tersebut juga dilakukan oleh  pihak-pihak yang selama ini ‘bermusuhan’, bersaing.

Kolaborasi dalam Perzakatan

Lebih khusus jika kita membahas tentang dunia perzakatan, sekarang Alhamdulillah merupakan fase perkembangan yang luar biasa. Semangat kolaborasi antar Lembaga Amil Zakat se-Indonesia, yang diwadahi oleh Forum Zakat (FOZ), melahirkan berbagai terobosan positif. Sekolah Amil Indonesia, Sertifikasi Amil Zakat, Protocol Kebencanaan, merupakan beberapa hasil kolaborasi yang bisa dirasakan manfaatnya oleh banyak pihak.

Berbicara lingkup LAZ YASA Malang, kolaborasi hebat telah terlaksana melalui Program Dakwah di Lembaga Pemasyarakatan, baik Lapas Klas I Lowokwaru maupun Lapas Wanita Klas 2 Sukun. Berbagai pihak, baik institusi maupun pribadi, seperti Kemenag, MUI, Ormas, Lembaga Dakwah, Habaib, Kyai, Asatidz Asatidzah berkolaborasi untuk sama-sama mensukseskan program mulia ini. Hasilnya, masya Allah, sangat memuaskan.

Bedah Rumah Mustahik juga membuktikan dahsyatnya kolaborasi. YASA Malang menggandeng Koramil 0833/05 Lowokwaru Kota Malang untuk merehab rumah seorang mustahik tua. Lebih hemat biaya dan hasilnya pun memuaskan.

Contoh lainnya adalah program Lentera Al Qur’an bersama dengan Ruang Baik dan bantuan kesehatan untuk Rumah Sakit Indonesia di Palestina yang disalurkan melalui BSMI juga menjadi bukti kuat bahwa kerjasama menggandeng pihak lain berdampak sangat positif bagi kemanusiaan.

Kolaborasi sesungguhnya merupakan pengejawantahan dari firman Allah ta’ala,

“Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan” (QS. Al Maidah: 2). Maka sudah seharusnya kaum Muslimin membuka diri untuk berkolaborasi dalam kerja-kerja kebaikan dan dakwah. Agar hasilnya semakin maksi.

Jadi, kenapa mesti ragu untuk berkolaborasi?

Wallahu a’lam bishshowab

Leave a Comment