Menjaga Garis Perjuangan

Menjaga Garis Perjuangan

Gagasan dan ide cerdas bermanfaat untuk menentukan mana yang bermanfaat bagi institusi dan lingkungannya. Apalagi dalam situasi sulit dan mendesak atau dalam kondisi perbedaan yang sangat tajam, maka kecerdasan dan penguasaan ilmu itu sangat peting.

Kecerdasan dan ilmu itu mendahului keberanian. Keberanian yang tidak dilandasi oleh ilmu berarti sembrono. Ilmu itu mendahului kekayaan, bahkan kekayaan materi itu bukanlah syarat bagi seorang calon pemimpin.

Yusuf Qardhowi mengartikan al ilmu yang menjadi syarat bagi setiap kepemimpinan dengan experience, knowledge dan capability, serta ilmu tentang perjuangan dan ilmu mengendalikan (siyasi).Maka dari itu, setiap jabatan, profesi, dan kepemimpinan membutuhkan syarat ilmu.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Hakim ada tiga golongan, dua di neraka dan satu di surga. Hakim yang berilmu (mengetahui kebenaran) dan memutuskan dengan ilmu, maka ia di surga. Hakim tidak berilmu yang memutuskan perkara dengan kebodohannya itu, maka ia di neraka. Hakim yang mengetahui kebenaran tetapi ia berbuat dzalim dalam keputusannya, maka ia di neraka.”

Umar bin Khattab radhiyallahu’anhu berkata,

“Barang siapa yang diangkat menjadi pemimpin oleh kaumnya karena ilmu yang dimiliki, maka tercipta kehidupan baginya dan rakyatnya. Dan barang siapa diangkat menjadi pemimin tanpa ilmu, maka kehancuran lah baginya dan bagi kaumnya.”

Kemampuan dan kesuksesan seseorang dalam menyelesaikan pekerjaan tergantung oleh pemahamannya pada visi, misi, posisi dan wewenangnya. Pemahaman ini akan membantu penempatan seseorang secara tepat dan menjaga komitmen serta soliditas suatu organisasi.

menjaga

Amin, hafidz, dan ‘aliim merupakan inti dari segala syarat yang dibutuhkan untuk mengemban suatu jabatan. Dengan pengetahuan maka seseorang akan memahami mana yang baik dan benar untuk selanjutnya menjadi tujuan utamanya dalam menjalankan tugas dan perannya.

Dengan kemampuan dan kekuatannya ia akan melakukan apa yang diyakininya baik dan benar, dengan sifat amanah ia akan menjalankan tugas dengan hikmah dan adil. Dengan hikmah ia lebih memilih jalan kebenaran daripada yang batil, dan dengan keadilan ia akan memberikan setiap hak kepada yang berhak untuk menerimanya.

Ilmu itu ibarat ruh yang akan memberi kehidupan bagi organisasi. Organisasi yang tidak ingin kehilangan arah dan tujuan, perlu membangun budaya ilmiah yang mampu menjaga kemurnian konsep dan gerakan.

 

Baca juga :

Hukum meratapi kematian dalam islam

Fenomena meminta hujan dengan binatang

Bakti sosial dan cek kesehatan di Donomulyo

Ikuti kegiatan kami di @yasapeduli

Leave a Comment