Pendidikan Adalah Tiket Masa Depan

Pendidikan Tiket Masa Depan

Salah satu jalan pengorbanan yang diwajibkan dan ditekankan dalam Islam adalah berkorban dalam mengejar ilmu, sekaligus memperbaiki kualitas pendidikan, baik pendidikan diri maupun umat.

“Iqro” yang menjadi awal Kalamullah telah terang benderang, tanpa tafsir lain, menunjukkan bahwa salah satu tugas utama manusia hidup adalah memenuhi akalnya dengan ilmu. Bobot seseorang akan terangkat kala ia berilmu. Kedudukannya akan mulia di hadapan Allah serta di hadapan manusia lainnya saat ia punya ilmu sebagai pelengkap keimanannya.

Dunia Islam telah lama kehilangan haknya untuk berkuasa karena ilmu sudah bukan menjadi konsen amalnya. Pendidikan tanggal kualitasnya. Bahkan generasi penerus Muslim tak terbiasa lagi dengan tradisi keilmuan. Jauhlah mereka dari sifat Abu Thahir as-Salafi yang dijuluki orang,

“Semangatnya dalam mendapatkan ilmu laksana nyala api.”

Kalaulah ia penuntut ilmu, semakin banyak yang menyekulerkan ilmunya. Ia tak mau agama tercampur dengan ilmunya.

Kita, para orang tua dan pendidik, punya tanggung jawab yang berat untuk menggembalikan pendidikan Islam ke posisi semula agar tiket masa depan bisa digenggam oleh anak-anak kita. Tidak sekedar memberikan pendidikan yang berkualitas, namun juga merubah niat dan orientasi mereka akan proses meraih ilmu tersebut.

Ibnul Jauzi rahimahullah mengatakan,

“Ketika sedang menuntut ilmu, segala penderitaan yang aku alami terasa lebih manis dari madu.”

Mereka harus memiliki semangat pengorbanan seperti Ibnul Jauzi dan mengetahui bahwa pendidikan berkualitas pasti tak murah. Tenaga, biaya, waktu, dan berbagai sumber daya harus menjadi ‘harganya’.

Al Barudi mengatakan,

“Orang yang punya semangat, ia akan mencintai semua yang dihadapinya.”

Membangun mental petarung dalam menuntut ilmu akan menjadikan mereka benar-benar siap menempuh semua jalan. Tak ada halangan yang meruntuhkan semangatnya. Tak ada godaan yang bisa melemahkan. Dan inilah kunci untuk menjadi penguasa dunia.

Wallahu a’lam bishshowab

 

Baca juga :

Mengenal Allah dengan Al Qur’an

Hukum meratapi kematian dalam Islam

Fenomena meminta hujan dengan binatang

Ikuti kegiatan kami di @yasapeduli

Leave a Comment