Pintu Kebaikan Dibuka dengan 5 Cara

Termasuk perkara penting berikutnya agar kita bisa menjadi pembuka pintu kebaikan adalah senantiasa mengingat akhirat, mengingat berdirinya kita kelak di hadapan Allah Ta’ala untuk mendapatkan balasan apa yang telah kita perbuat selama di dunia.

وَإِنَّ مِنَ النَّاسِ نَاسًا مَفَاتِيحَ لِلشَّرِّ مَغَالِيقَ لِلْخَيْرِ فَطُوبَى لِمَنْ كَانَ مَفَاتِيحُ الْخَيْرِ عَلَى يَدَيْهِ وَوَيْلٌ لِمَنْ جَعَلَ مَفَاتِيحَ الشَّرِّ عَلَى يَدَيْهِ ” قال الشيخ الألباني : ( حسن ) انظر حديث رقم : 2223 في صحيح الجامع

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, “Sesungguhnya di antara manusia ada yang menjadi kunci-kunci pembuka kebaikan dan penutup kejahatan. Dan di antara manusia itu juga ada yang menjadi kunci-kunci pembuka kejahatan dan penutup kebaikan. Maka beruntunglah bagi orang yang Allah jadikan sebagai kunci-kunci pembuka kebaikan melalui tangannya, dan celakalah bagi orang yang Allah jadikan sebagai kunci-kunci pembuka kejahatan melalui tangannya.”

(HR.Ibnu Majah no.237, Dihasankan Oleh Al-Bani Rahimahullah dalam Shohih Sunan Ibnu Majah no.194, dan di Shoheh Jami’ no. 2223 dari sahabat Anas bin Malik)

Diceritakan oleh Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu bahwa ia berkata,

“Sesungguhnya Tsabit al-Banani adalah seorang pembuka pintu kebaikan.”

Tsabit al-Banani adalah seorang tokoh tabi’in, ulama kaum muslimin, dan pembela Sunnah. Seorang sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutnya sebagai pembuka pintu kebaikan. Karena Tsabit adalah seorang imam, pengajar, pemberi nasihat, dan pembimbing hamba-hamba Allah kepada kebaikan. Ia adalah seorang yang fakih terhadap agama Allah. oleh karena itu Anas bin Malik memujinya dengan mengatakan, “Sesungguhnya Tsabit al-Banani adalah seorang pembuka pintu kebaikan.”

Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana kita bisa menjadi pembuka pintu-pintu kebaikan dan penutup pintu-pintu kejelekan?

Ada beberapa cara agar kita dapat meraih predikat sebagai pembuka pintu kebaikan.

Cara Meraih Predikat Pembuka Pintu Kebaikan

Ikhlas dalam melakukan semua amalan kebaikan.

Karena landasan utama dalam semua amalan adalah ikhlas. Manakala kita hanya mengejar akan popularitas dan mengerjakan kebaikan hanya karena pujian dan sanjungan orang, maka menjadi petaka bagi kita bukan menjadi keberkahan dalam amalan kita.

Berdoa akan kita termasuk orang yang menjadi pembuka pintu-pintu kebaikan.

Karena hanya orang yang diberi taufik dan inayah dari Allah sajalah yang dapat melakukan semua kebaikan dan orang lain akan terinspirasi dengan kabaikan yang dilakukannya. Dan salah satu nama Allah adalah Al-Fattah (Yang Maha Membuka Kebaikan). Dalam Qur’an disebutkan doa:

﴿ رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِينَ ﴾ 

“Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil) dan Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya.” (QS:Al-A’raf: 89).

Di antara nama-nama Allah adalah al-Fattah. Mintalah kepada Allah Ta’ala melalui perantara nama-Nya “al-Fattah” ini dan nama-nama serta sifat-sifat yang lain. Agar Dia menjadikan kita pembuka pintu kebaikan dan penutup pintu keburukan.

Mencari ilmu sebagai pintu gerbang dalam melakukan berbagai macam kebaikan.

Para ulama yang telah mencontohkan dalam kebaikan menuntut ilmu. Perilaku, tindak tanduk, adab sopan santun dalam mencari ilmu harus diperhatikan. Sehingga wibawa seorang ulama akan menjadi inspirasi para muridnya. Arahan dan bimbingan penuh nasihat menjadi contoh terbaik dalam melakukan kebaikan.

Ulama merupakan pembuka pintu kebaikan dari dua sisi:

  1. Kebaikan disampaikan melalui para ulama
  2. Kebaikan selalu ada selama masih ada ulama. Karena seluruh alam akan berdoa untuk para ulama.

Senantiasa memberi nasehat kepada siapapun.

Karena inti dari agama adalah nasehat sebagaimana yang ditegaskan oleh Rasulullah sallallahu alai wa sallam “Agama itu nasihat”. Kami pun bertanya, “Hak siapa (nasihat itu)?”. Beliau menjawab, “Nasihat itu adalah hak Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, pemerintah kaum muslimin dan rakyatnya (kaum muslimin)”. (HR. Muslim).

Sehingga dalam benak seorang muslim baik dalam tindak tanduk, pikiran, tulisan, keinginan dan niatan dalam dirinya senantiasa berusaha untuk memberikan nasihat kepada siapapun.

Inti dari semua itu adalah adalah pengharapan seorang hamba terhadap kebaikan dalam memberi manfaat kepada orang lain.

Maka tatkala penuh harap, niat yang benar dan tekad yang kuat disertai dengan memohon pertolongan Allah Ta’ala pada semua urusan serta menempatkan segala sesuatu pada posisinya, insyaa Allah akan menjadi kunci-kunci pembuka kebaikan sekaligus penutup kejahatan. Wallahu ta’ala a‘lam.

Lihat Artikel Islami Lainnya

Artikel Islami YASA Peduli

Ikuti Kegiatan Terbaru Kami

@yasapeduli

Leave a Comment