Hati-Hati dengan Sifat Kikir

Terjebak Sifat Kikir

Sifat kedua menurut Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang akan merusak hidup kita adalah sifat kikir yang ditaati. Kikir merupakan akibat dari sikap manusia yang terlalu cinta kepada harta, baik kikir kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan tidak mau menunaikan zakat, maupun kikir kepada sesama manusia dengan tidak mau membantu dalam mengatasi kesulitan ekonomi. 

Sifat kikir adalah sesuatu yang sangat tercela. Orang kikir biasanya selalu mementingkan dirinya sendiri, tidak peduli dengan orang lain yang lebih sulit dari dirinya. Jika terjadi kesulitan pangan, orang kikir akan menimbun bahan makanan untuk dirinya sendiri tidak memedulikan masyarakat bawah yang tidak bisa membeli bahan makanan karena harga yang terlampau mahal. Ini merupakan sikap yang buruk dan pelakunya akan memperoleh kehinaan. Allah ta’ala befirman:

“(yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Dan Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan.” (QS. An Nisa’ : 37).

Manakala ada orang telah mengaku mukmin melakukan hal itu sehingga membuat orang lain kelaparan atau kesulitan dan itu disadarinya, maka dia bisa dianggap sebagai orang yang tidak pantas mengaku beriman. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Tidak beriman kepadaku orang yang tidur malam dalam keadaan kenyang, sedang tetangga yang disisinya kelaparan, dan ia pun mengetahui maupun menyadarinya.” (HR. Tabrani dan Bazzar).

Oleh karena itu, dalam sejarah Rasulullah dan para sahabat serta orang-orang saleh, tergambar kedermawanan mereka, suka menolong orang lain, tidak mau mengambil keuntungan di tengah kesulitan, bahkan mereka mau berlapar-lapar terlebih dahulu guna menolong orang lain yang lebih kesulitan. 

Baca Juga Nafsu Yang Merusak Manusia

Belajar Sifat Kikir Dari Khalifah

Salah satu contoh, saat musim paceklik di masa Khalifah Abu Bakar Ash Shidiq, Abu Bakar tidak makan lebih dulu dari rakyatnya. Sementara Khalifah Usman bin Affan membeli kebutuhan pangan dalam jumlah yang banyak untuk dibagikan gratis kepada masyarakat meskipun banyak pedagang yang mau membelinya dengan harga yang sangat mahal. Itu pula sebabnya, mengapa bakhil dan kikir jangan sampai kita anggap baik untuk diri kita. Karena sebetulnya ia merugikan baik di dunia maupun di akhirat. Allah ta’ala berfirman, 

“Dan jangan sekali-kali orang-orang yang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka dari karunia-Nya mengira bahwa (kikir) itu baik bagi mereka, padahal (kikir) itu buruk bagi mereka. Apa (harta) yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan (di lehernya) pada hari Kiamat. Milik Allah-lah warisan (apa yang ada) di langit dan di bumi. Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.” (QS. Ali Imran : 180).

Lawan Sifat Kikir Dengan Bersedekah di Jalan Allah

Satu Hati Sejuta Peduli

Leave a Comment