Rencana Yang Baik

Rencana yang baik adalah rencana yang terwujud

Tak terasa bulan Ramadhan akan segera datang. Ini bulan mulia, ibarat sebuah hadiah terindah dari Allah Subhananhu wa ta’ala bagi kita hambaNya karena di dalamnya penuh dengan rahmat dan ampunan. Ini bulan terbaik, ibarat sebuah pelatihan yang didesain oleh Allah ta’ala bagi hambaNya supaya semakin menjadi pribadi yang bertaqwa. Sepantasnya untuk mencapai keberhasilan kita susun sebuah perencanaan untuk mendapatkan syafaat sebesar-besarnya dari bulan Ramadhan. 

Nah, masalahnya adalah apakah rencana yang telah tersusun tersebut dapat terlaksana? Seringkali muncul hambatan seperti rasa malas, rasa berat, dan berbagai alasan untuk menunda, padahal pada awalnya kita susun rencana itu dengan penuh optimis. 

Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah

“Dan apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah.” (QS. Ali Imron: 159).

Untuk mengatasi hambatan tersebut kunci pertamanya adalah tekad yang kuat, kemudian diikuti ikhtiar dan tawakal . Teknologi saat ini telah begitu maju sehingga bisa kita pakai untuk membantu mewujudkan rencana kita supaya menjadi lebih produktif, termasuk rencana kita untuk mengoptimalkan ibadah kita di Bulan Ramadhan.

Beberapa trik yang saya peroleh dari sahabat internet, Miftah Ridho, yang bisa digunakan untuk meningkatkan produktifitas pribadi :  

  • Most Important Task (MIT)

Buatlah daftar hal-hal yang ingin Anda lakukan (To Do List) di bulan Ramadhan sebanyak-banyaknya, lalu fokuslah hanya pada 3 hal saja. Nah, dari 3 rencana tersebut pilihah satu Tugas Paling Penting. Nanti, kalo satu hal ini telah selesai atau telah terasa ringan dalam melakukannya, Anda bisa tambahkan lagi satu target baru.

  • Teknik Pomodoro

Teknik ini dilakukan selama durasi 25 menit saja, dimana selama durasi tersebut Anda harus fokus bekerja, jangan cek medsos, jangan cek WA, jangan pula beranjak dari kursi apapun yang terjadi, fokuslah bekerja hingga alarm 25 menit berbunyi. Apabila Anda ingin melanjutkan bekerja, maka berilah jeda 5 menit untuk istirahat lalu lakukan lagi durasi 25 menit Pomodoro yang kedua dan seterusnya.

Teknik ini sangat cocok untuk yang suka menunda pekerjaan, kemudian menjadi bersemangat karena bekerja dalam target dan rentang waktu yang hanya 25 menit saja. Misal, Anda punya target untuk tilawah khatam Quran 1 kali selama Ramadhan, maka Anda bisa breakdown target tersebut menjadi target harian 1 juz, lalu melakukan teknik Pomodoro ini dalam mengejar target harian tersebut.

  • Five Second Rule

Pernahkah Anda mengalami kondisi dimana sudah bangun tidur hendak sholat malam, tapi tidak beranjak dari tempat tidur, karena merasa masih mengantuk dan tidak bertenaga? Anda bisa mengatasi hal ini dengan teknik Five Second Rule. 

Caranya mudah, yaitu dengan tutup mata, lalu tarik nafas yang dalam dan mulai menghitung mundur  5…4…3…2…1…. Nah, selama Anda menghitung mundur itu, lakukan visualisasi di otak Anda tentang apa yang terbaik untuk Anda kerjakan sekarang (misal: membayangkan berdiri dan berwudlu). Ketika selesai menghitung, segera lakukan hal tersebut!

Silahkan Anda bisa berkreatif dengan teknik-teknik tersebut di atas disesuaikan dengan target Ramadhan Anda masing-masing. Intinya jangan kasih kendor he he he …tetap bersemangat … harus selalu ada ikhtiar dari kita untuk mewujudkan rencana mengoptimalkan ibadah di Bulan Ramadhan, jangan sampai kita terhenti karena merasa tertekan dengan target atau karena bosan.

Semoga Allah mempertemukan kita dengan bulan Ramadhan dan memberikan kita kesempatan untuk mengoptimalkan ibadah. Aamiin.

 

Baca juga :

Jiwa yang hebat

Muallaf terus bertambah

Al-Qur’an telah sampai

Ikuti kegiatan kami di @yasapeduli

Leave a Comment