Syarat Zakat Fitrah Menurut 4 Mazhab

Zakat merupakan salah satu rukun islam yang wajib dilakukan oleh seluruh umat muslim yang mampu dan memiliki kelebihan harta. Sesuai dengan firman Allah pada Q.S At Taubah 103:

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat tersebut engkau membersihkan dan mensucikan mereka.”

Syarat Zakat Fitrah

Syarat zakat fitrah diantaranya:
1. Beragama islam
2. Mempunyai kelebihan harta / kebutuhan pokok untuk dirinya maupun untuk orang-orang yang dibawah tanggungannya pada malam hari raya Idul Fitri
3. Dilaksanakan pada waktu antara bulan Ramadhan sampai sebelum dilaksanakannya sholat Idul Fitri

Syarat tidak wajib Membayar zakat fitrah

Selain syarat zakat fitrah, ada juga syarat untuk orang yang tidak wajib membayar zakat fitrah, diantaranya:

1. Orang yang meninggal sebelum terbenamnya matahari pada akhir ramadhan
2. Anak yang lahir setelah terbenamnya matahari pada akhir ramadhan
3. Orang yang memeluk agama islam (muallaf) setelah terbenamnya matahari pada akhir ramadhan

Syarat zakat fitrah menurut 4 Mahzab

1. Mahzab Hanafi

Menurut Mahzab Hanafi jenis makanan yang dikeluarkan dalam zakat fitrah adalah gandum, padi, kurma, dan anggur. Imam hanafi juga berpendapat bahwa diperbolehkan untuk membayar zakat fitrah dengan gandum yang sudah diolah menjadi tepung dan adonan tepung. Dijelaskan dalam salah satu hadis yaitu:

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW pernah bersabda,

“tunaikanlah zakat fitrah sebelum kamu keluar untuk shalat hari raya, maka wajib atas setiap orang merdeka untuk mengeluarkan dua mud gandum dan daqiq (tepung dari gandum)” (HR. Sunan Abu Daud, hal. 254).

Berdasarkan hadits tersebut maka Mahzab Hanafi menganjurkan untuk menunaikan zakat fitrah pada saat sebelum shalat hari raya. Mahzab hanafi juga memperbolehkan menunaikan zakat fitrah dengan uang senilai dengan bahan pokok tersebut apabila tidak memperoleh bahan pokok yang sudah disebutkan diatas.

2. Mahzab Maliki

Menurut mahzab maliki bahan pokok untuk membayar zakat fitrah adalah gandum, syair, salat (sejenis sayur), jagung, dakhon (salah satu jenis gandum), kurma, kismis dan keju. Mahzab maliki ini tidak memperbolehkan seseorang membayar zakat fitrah dengan uang, maka untuk mengatasi jika disuatu daerah tidak terdapat bahan pokok yang sudah disebutkan, Mahzab Maliki menganjurkan untuk membayar zkaat fitrah dengan bahan pokok berupa biji-bijian dan buah-buahan dengan kadar 2,8kg.

3. Mahzab Syafi’i

Mahzab Syafi’i berpendapat bahwa syarat zakat fitrah harus sesuai dengan makanan pokok/bahan pokok daerah setempat dengan kadar 2,8kg. Imam Syafi’i juga melarang untuk mengeluarkan zakat fitrah yang bukan makanan pokok atau harga bahan pokok daerah setempat.

4. Mahzab Hambali

Syarat zakat fitrah yang wajib dikeluarkan menurut Mahzab Hambali adalah gandum bur, gandum syair, kurma, kismis, dan keju dengan kadar 2,8kg. Jika tidak ditemukan jenis bahan pokok tersebut, maka boleh diganti dengan jenis bahan pokok berupa biji-bijian dan buah-buahan.

Pengertian Zakat Fitrah

Zakat fitrah merupakan zakat yang wajib dibayarkan baik laki-laki maupun perempuan pada saat bulan ramadhan dengan syarat – syarat tertentu.

Zakat fitrah menurut para ahli

Menurut Ahmad Shar Bashi, zakat fitrah merupakan zakat yang wajib dikeluarkan oleh umat muslim di akhir bulan Ramadhan. Sedangkan menurut Ibnu Qutaibah, zakat fitrah adalah zakat jiwa yang diambil dari lafal fitrah yang berarti asal kejadian.

Zakat fitrah bisa juga disebut dengan zakat puasa atau zakat yang sebab diwajibnya adalah futhur (berbuka puasa) pada bulan Ramadhan. Selain disebut sebagai zakat puasa, zakat fitrah bisa juga disebut dengan zakat badan karena berfungsi untuk mensucikan diri.

Dalil zakat fitrah

“Nabi Muhammad SAW telah mewajibkan zakat fitrah pada Ramadan atas setiap muslim, baik merdeka ataupun budak, lakilaki ataupun wanita, kecil ataupun besar, sebanyak satu sha’ kurma atau gandum,” (HR Muslim).

Satu Hati Sejuta Peduli

Ikuti Kegiatan Terbaru Kami

Baca artikel keislaman Kami Lainnya

Leave a Comment