Tafsir Surah Al-Infithar

Tafsir Surah Al-Infithar  

oleh: Ustadz Alfin Shahih

Para ulama bersepakat bahwa surat Al-Infithar adalah surat makiyyah yaitu surat yang diturunkan sebelum Nabi berhijrah dari mekkah menuju madinah. Patut diketahui bahwa diantara ciri-ciri surat-surat makiyyah yaitu pada umumnya suratnya jumlah ayatnya sedikit dan potongan-potongan ayat tersebut pendek. 

Kemudian topik yang diangkat dalam surat-surat makiyyah kebanyakan tentang hari kiamat dan iman kepada Rasul. Hal ini disebabkan karena yang menjadi sasaran dakwah ketika itu adalah orang-orang musyrikin arab di mekkah yang mengingkari adanya hari kiamat dan mendustakan Rasulnya.

pada surat Al-Infithar Allah hanya menyebutkan sebagian dari kedahsyatan hari kiamat. Tujuannya adalah sebagai mukaddimah (pengantar) untuk mencela orang-orang yang kafir kepada Allah, padahal mereka telah diberikan nikmat yang berlimpah oleh Allah. Dan untuk mencela orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan terhadap hari kebangkitan.

وَفَضْلُ كَلاَمِ اللهِ عَلَى سَائِرِ الْكَلاَمِ كَفَضْلِ اللهِ عَلَى خَلْقِهِ 

“Kemuliaan firman Allah ta’ala dibandingkan dengan ucapan makhluk seperti kemuliaan Allah ta’ala atas makhluknya”

Maka mempunyai  kesibukan dengan firman-Nya ini merupakan kesibukan yang mulia. Kita membahas surat Al-Infithar  “terbelah”,  sebuah surat  yang mengingatkan kita bahwa kehidupan ini akan ditutup dengan kiamat, lewat surat ini juga kita nanti dihantarkan kepada sebuah kesadaran bahwasanya siapakah penguasa sebenar-benarnya. 

اِذَا السَّمَاۤءُ انْفَطَرَتْۙ

Apabila langit terbelah,

وَاِذَا الْكَوَاكِبُ انْتَثَرَتْۙ 

dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan,

وَاِذَا الْبِحَارُ فُجِّرَتْۙ 

dan apabila lautan dijadikan meluap,

وَاِذَا الْقُبُوْرُ بُعْثِرَتْۙ 

dan apabila kuburan-kuburan dibongkar,

Ketika prosesi kiamat terjadi kemudian manusia di hadirkan di pengadilan Allah Subhanahu wa ta’ala, di tandai dengan kehancuran kemudian kebangkitan, setiap makhluk akan mendapatkan kesadaran yang sebenarnya.

عَلِمَتْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ وَاَخَّرَتْۗ’ 

(maka) setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikan(nya).

Menjadi tahulah manusia tentang apa yang mereka telah persembahkan untuk hari esok dan apa yang mereka akhirkan, mereka tunda.  Kala itu mereka sadar akan pentingnya amal-amal mereka. Mereka mulai menyadari manfaat bacaan Al-Fatihah dalam salat-salat mereka, manfaat tahajud, manfaat pentingnya mengejar shaf pertama saat berjamaah, manfaat harta yang disedekahkan.  

يٰٓاَيُّهَا الْاِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيْمِۙ 


Wahai manusia! Apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Mahamulia,

الَّذِيْ خَلَقَكَ فَسَوّٰىكَ فَعَدَلَكَۙ 

yang telah menciptakanmu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang,

فِيْٓ اَيِّ صُوْرَةٍ مَّا شَاۤءَ رَكَّبَكَۗ 

dalam bentuk apa saja yang dikehendaki, Dia menyusun tubuhmu.

Permisalannya, orang Jawa itu punya istilah huruf Jawa jika dipangku, maka akan  mati. Sebuah istilah yang menggambarkan orang itu jikalau sering mendapatkan kebaikan dari orang lain,  maka dia akan tunduk kepada yang suka memberi kepada dia. Hati manusia itu sangat condong dan cenderung mengingat orang yang paling banyak kontribusi kebaikan kepada dirinya. Dan sekarang kebaikan Allah ‘Azza wa Jalla kepada kita berapa banyak? 

كَلَّا بَلْ تُكَذِّبُوْنَ بِالدِّيْنِۙ 

Sekali-kali jangan begitu! Bahkan kamu mendustakan hari pembalasan.

وَاِنَّ عَلَيْكُمْ لَحٰفِظِيْنَۙ 

Dan sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu),

كِرَامًا كَاتِبِيْنَۙ 

yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (amal perbuatanmu),

يَعْلَمُوْنَ مَا تَفْعَلُوْنَ 

mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.

اِنَّ الْاَبْرَارَ لَفِيْ نَعِيْمٍۙ 

Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan,

وَّاِنَّ الْفُجَّارَ لَفِيْ جَحِيْمٍ 

dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka.

يَصْلَوْنَهَا يَوْمَ الدِّيْنِ 

Mereka masuk ke dalamnya pada hari pembalasan.

وَمَا هُمْ عَنْهَا بِغَاۤىِٕبِيْنَۗ 

Dan mereka tidak mungkin keluar dari neraka itu.

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا يَوْمُ الدِّيْنِۙ 

Dan tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?

ثُمَّ مَآ اَدْرٰىكَ مَا يَوْمُ الدِّيْنِۗ 

Sekali lagi, tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?

يَوْمَ لَا تَمْلِكُ نَفْسٌ لِّنَفْسٍ شَيْـًٔا ۗوَالْاَمْرُ يَوْمَىِٕذٍ لِّلّٰهِ 

(Yaitu) pada hari (ketika) seseorang sama sekali tidak berdaya (menolong) orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.

Dari surat ini yang terpenting adalah, mengetahui siapa sebenarnya pengusa alam semesta ini. Dan kita menjadi sadar akan balasan kebaikan yang akan didapatkan jika melakukan kebajikan. Serta lewat surat Al-Infithar ini, kita lebih meengimani akan kemurahan dari Allah Subhanahu wa ta’ala.

Baca Artikel Islami Lainnya

Artikel Islami YASA Peduli

Ikuti Kegiatan Terbaru Kami

@yasapeduli

Leave a Comment