Mencari Nafkah di Negeri Sendiri: Sumber Kebahagiaan Dunia Akhirat

Mencari Nafkah di Negeri Sendiri

Faktor keempat atau yang terakhir di antara faktor yang membuat seseorang bisa mendapatkan kebahagiaan adalah mencari rezeki di negeri sendiri.

Dalam Islam, kewajiban mencari nafkah lebih ditekankan kepada suami. Meskipun demikian, seorang suami yang juga seorang ayah tidak boleh mengabaikan kontrol terhadap keluarganya. Jangan hanya karena sibuk mencari nafkah lalu seorang laki-laki tidak sempat lagi berkomunikasi yang baik kepada isteri dan anak-anaknya. Karena itu tempat mencari nafkah idealnya yang memungkinkan kita cepat kembali ke rumah setelah bertugas.

Kalau karena suatu hal seseorang mencari nafkah di daerah atau negeri yang jauh sehingga ia tidak bisa setiap hari pulang bahkan pulangnya hanya bisa tiga bulan, enam bulan atau setahun sekali, sebaiknya isteri dan anaknya dibawa ketempat rantau. Sebab rumah tangga itu kadang-kadang mengalami proses yang kehadiran suami atau bapak sangat diperlukan guna memecahkan dan mengatasi persoalan yang terjadi.

Jika kita mencari rezeki yang tempatnya tidak terlalu jauh dari tempat tinggal kita bukan berarti kita sudah bisa mengamalkan poin hadits di atas, sebab secara tersirat maksudnya juga adalah seorang suami boleh saja mencari nafkah dengan waktu yang banyak, atau dia menjadi sangat sibuk, tapi di tengah-tengah kesibukanya itu, dia tidak boleh mengabaikan urusan keluarga, sebab fungsi suami di dalam Al-Qur-an adalah sebagai pemimpin yang harus mengarahkan anggota keluarganya, baik isteri maupun anak-anaknya agar terhindar dari azab neraka jahannam.

Allah berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ

Hai orang-orang yang beriman, perihalalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu”. (QS. At Tahrim: 6).

Adapun seorang suami atau bapak lebih menyibukkan dirinya dengan urusan mencari nafkah sampai mengabaikan komunikasi yang intensif dengan anggota keluarganya, maka banyak persoalan keluarga yang akan timbul, terutama dari anak-anaknya yang kurang mendapatkan perhatian. Apalagi bila sang ibu juga sibuk sebagai seorang wanita karir. Terlalu banyak kasus-kasus yang harus disebutkan sebagai akibat dari kurangnya perhatian orang tua terhadap anak-anaknya.

Kenakalan anak-anak dan remaja dalam banyak hal sekarang ini salah satu sebabnya adalah karena kurangnya perhatian orang tua terhadap perkembangan jiwa mereka, hal itu tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tapi juga dimana-mana, hingga di desa-desa.

Baca Artikel Keluarga Lainnya

Artikel Keluarga YASA Peduli

Ikuti Kegiatan Soial Terbaru Kami

@yasapeduli

Leave a Comment