Menjadi Orang Tua Dari Anak Berkebutuhan Khusus

Menjadi Orang Tua Dari Anak Berkebutuhan Khusus

Dr. Sri Susanti Tjahjadini, M.Pd

11 tahun lalu kami dianugrahi putra keempat, laki-laki, yang Allah takdirkan tuna rungu. Jagoan kecil kami lahir dalam kondisi sehat melalui operasi dan kemudian baru kami sadari ada hal yg berbeda dalam proses tumbuh kembangnya ketika ia berusia 18 bulan. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, dokter menyampaikan bahwa anak kami mengalami gangguan pendengaran berat.

Atas saran dokter pula kami mulai melakukan intervensi degan memakaikan alat bantu dengar di usianya yg ke-23 bulan dan mengikuti terapi utk proses mendengar dan berbicaranya. Alhamdulillah sekarang usianya sudah 11 tahun dan telah duduk di kelas 6 SD inklusi.

Memiliki anak berkebutuhan khusus bagi saya seperti diberi sebuah buku besar dari Allah tentang memaknai rasa syukur. Bahwa Allah tidak menciptakan makhluknya dalam kondisi tidak sempurna.

Bahkan anak berkebutuhan khusus pun Allah ciptakan dengan sempurna. Sehingga untuk mendidiknya, kita harus gunakan cara terbaik juga seperti yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah ketika mendidik anak.

Mendidik dan membesarkan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) akan disesuaikan dengan hambatan dan kebutuhan belajarnya.

orang tua

Beberapa ayat dalam Al Qur’an yang memuat prinsip mendidik ABK

QS. Abasa ayat 1-10

Yang sebab turunnya ayat ini adalah kedatangan Abdullah Ibnu Ummi Maktum orang buta yang datang tiba-tiba pada saat Rasulullah sedang menerima tamu tokoh-tokoh Quraisy.

Walaupun pada awalnya Abdullah Ibnu Ummi Maktum diabaikan oleh Rasulullah, namun di kemudian hari ia menjadi seorang yg sangat disayangi Rasulullah, bukan karena ia buta tetapi karena ia mempunyai kegigihan dan semangat tinggi untuk menuntut ilmu.

Lihatlah pelajaran agung dari ayat ini bahwa ABK tetapi harus diberi kesempatan untuk menuntut ilmu yang cara penyampaiannya disesuaikan dengan keterbatasanya.

QS an Nuur ayat 61

Yang sebab turunnya ayat ini karena ketika itu masyarakat Arab melakukan diskriminasi dengan tidak mengijinkan ABK seperti pincang, buta, bisu, tuli untuk makan bersama karena cara makan mereka yang berbeda.

Selain itu masyarakat merasa kasihan karena ABK tidak mampu menyediakan makanan sendiri. Ayat ini menegaskan bahwa masyarakat tidak seharusnya membedakan atau bersikap diskriminatif terhadap ABK.

Ayat ini juga mengandung makna kesetaraan dan menegaskan bahwa tidak ada halangan bagi masyarakat untuk bergabung bersama mereka yang berkebutuhan khusus.

QS Al Hujurat ayat 13

Dalam ayat ini manusia dianjurkan untuk dapat saling mengenal dan bergaul dengan manusia lain tanpa membeda-bedakan satu dengan lainnya. Karena Allah menciptakan manusia dengan berbagai suku bangsa tanpa pengecualian, sehingga orang yang berkebutuhan khusus pun mendapat hak yang sama.

QS. At Tiin ayat 4-6

Allah menciptakan manusia di muka bumi dengan keadaan yang paling sempurna. Tidak ada yang cacat dalam hal penciptaan Allah.

Dari ayat-ayat di atas kita tahu bahwa orang yang berkebutuhan khusus itu tetaplah ciptaan Allah yang sempurna. Kita tidak boleh berkecil hati ketika Allah beri titipan anak isimewa ini kepada kita.

Beberapa tips dalam mendampingi ABK

Segera menata kondisi emosi orang tua

Menyangkal, marah, membiarkan adalah sikap-sikap yang tidak amanah. Mungkin di awal orang tua butuh waktu seperti yang juga saya rasakan, tetapi jangan juga membuang-buang waktu karena ia membutuhkn kita segera. Anak ini tidak akan mengalami kemajuan apa-apa jika kita hanya membiarkannya.

Akibatnya ia hanya akan dirasakan sebagai beban. Dengan bersegera melakukan deteksi dini yang diikuti intervensi dini serta memberinya kesempatan untuk belajar adalah hal yang jauh lebih berguna dari pada menyesali keberadaannya

Jangan hanya berfokus pada kekurangannya saja

Allah menciptkan makhluknya dengan sempurna. Ada keterbatasan yang dimiliki sekaligus diberikan juga kelebihannya. Kekuatan istimewa justru datang dari keterbatasannya. Misalnya Tuna Netra tidak bisa melihat sehingga pendengarannya adalah kekuatannya

Optimalkan belajar melalui pendengarannya. Tuna rungu tidak bisa mendengar tetapi ia memiliki kemampuan visual yang luar biasa dan masih banyak kelebihan lain yang bisa kita optimalkan.

Jangan merasa sendirian

Bergabunglah di grup-grup orang tua sehingga kita bisa saling berbagi. Tidak hanya berbagi cerita tetapi juga berbagi informasi. Tidak perlu menutup diri dengan kondisi anak kita. Pikiran terbuka lebih dibutuhkan dalam pengasuhan ABK.

Gunakan cara-cara yang logis dan dengan bukti ilmiah yang rasional

Jangan tergoda dengan cara-cara instant yang menyesatkan. Mendidik ABK adalah proses yang panjang dan bertahap. Bukan proses hitungan hari apalagi jam. Orang tua harus mau bersabar mengikuti proses.

 

Baca juga :

Mengenal Allah dengan Al Qur’an

Hukum meratapi kematian dalam Islam

Fenomena meminta hujan dengan binatang

Ikuti kegiatan kami di @yasapeduli

Leave a Comment