Muslim dan Arti Sesungguhnya Beragama Islam

oleh Gus Wahid

Pengertian Muslim

Muslim (bahasa Arab: مسلم‎) adalah orang yang berserah diri kepada Allah dengan hanya menyembah dan meminta pertolongan kepada-Nya terhadap segala yang ada di langit dan bumi. Kata muslim merujuk kepada penganut agama Islam saja, kemudian pemeluk pria disebut dengan muslimin (bahasa Arab: مسلمون, muslimūn‎) dan pemeluk wanita disebut Muslimah (bahasa Arab: مسلمات, muslimāt‎).

“Siapa yang mencari agama selain Islam, maka tidak akan pernah diterima.”

Islam bermakna tunduk, patuh, menyelamatkan. Maka orang yang beragama Islam harus tunduk terhadap segala yang diperintahkan Allah Subhanahu wa ta’ala. Menjalankan hukum-hukum Islam adalah bagian dari ketundukan dan kepatuhan. Menyesuaikan perilaku dan ucapan dengan ajaran Islam juga merupakan bagian dari kepatuhan.

“Masuklah kalian ke dalam agama Islam ini secara total.”

Ibadah secara total, berperilaku Islami secara total. Berperilaku dan berucap sesuai ajaran Islam baik sedang sendiri atau bersama orang lain. Tidak boleh memilih apa yang ingin dan tidak ingin ia lakukan. Tetapi harus memilih apa yang disyariatkan dalam agama Islam yang meninggalkan yang dilarang.

Rukun Islam Pertama: Syahadat

“Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah”

Dalam satu kalimat tersebut terdapat dua poin penting.

Pertama, menolak segala ilah (segala sesuatu yang disembah, segala sesuatu yang memiliki sifat-sifat ketuhanan). Tidak boleh menganggap apapun benda memiliki sifat-sifat ketuhanan. Memiliki akik boleh, tetapi jika menganggap akik memberikan keselamatan adalah termasuk menyekutukan Allah ta’ala. Merasa membutuhkan uang boleh, dan berusaha mencarinya, tetapi menganggap akan mati jika tidak memiliki uang adalah menafikkan sifat Allah ta’ala Yang Maha Memberi Rizki.

Kedua, menetapkan hanya Allah ta’ala lah satu-satunya Tuhan. Yang Menyelamatkan, Yang Memberi Rizki, Yang Mengampuni Dosa, Yang Memberi Rahmat, Yang Memberikan Ketenangan kepada hati-hati yang dikehendaki-Nya.

“ Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan  Allah”

Jadi hanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam inilah yang berhak menjelaskan ajaran Islam. Tidak boleh dan tidak ada nabi setelah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Jikalau ada seseorang yang mendapatkan mimpi bahwa ia adalah Nabi, maka mimpi itu datangnya adalah dari syaitan. Dan ia wajib menafikannya serta bersegera memohon petunjuk hidayah kepada Allah ta’ala.

Maka, konsekuensi syahadat adalah kewajiban menjalankan segala syariat Allah ta’ala yang diajarkan melalui ucapan, perilaku dan teladan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Syahadat menjamin orang yang mengucapkannya untuk masuk surga. Tetapi surga hanya dapat dicapai jika muslim menjalankan perintah Allah ta’ala dengan sebaik-baik usaha dan sesuai yang diteladankan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Lihat Berita Islami Lainnya

Artikel Islami YASA Peduli

Ikuti Kegiatan Terbaru Kami

@yasapeduli

Leave a Comment