Pahami 2 Hal Ini Sebelum Berdonasi Online

Penipuan Donasi Online

Penipuan donasi online banyak sekali terjadi dengan beragam cara. Donasi online sudah menjadi hal yang biasa karena memudahkan donatur (pemberi donasi) dan penyalur donasi untuk saling berinteraksi. Tetapi bukan berarti donasi online aman-aman saja.

Berdasarkan survei yang dilakukan Symantec, sebuah perusahaan software dari California, Amerika Serikat (AS) pada tahun 2015 soal penipuan melalui medsos, Indonesia berada di posisi ke-13 tertinggi se-Asia Pasifik.

Efek donasi bagi seseorang yang menunaikannya adalah kelegaan. Setelah donasi, timbul perasaan bahagia karena bisa membantu sesama. Merasa berguna untuk orang lain. Namun, ada saja pihak yang memanfaatkan rasa simpati seseorang untuk keuntungan pribadi. Membuat donatur bukannya merasa berguna, malah merasa tertipu.

Pahami dua hal ini sebelum berdonasi online agar terhindar dari badan amal palsu.

Mengenal penggalang dana

Kredibilitas penyelenggara penggalangan dana akan mudah di temukan di internet. Caranya bisa dilakukan dengan melacak website, portofilo atau transparansi penyaluran bencananya, serta membaca ulasan di google maupun bertanya secara langsung kepada kerabat, teman dan lainnya.

Secara detail,data-data inilah yang harus dimiliki oleh penyalur donasi secara jelas

Nama lembaga penggalang dana, alamat, dan nomor telepon mudah ditemukan

Jika penggalang dana mengatasnamakan yayasan atau lembaga tertentu, pastikan mereka memiliki situs dan akun media sosial resmi. Cek alamat dan nomor telepon yang tertera di dalamnya lalu coba hubungi untuk memverifikasi kebenaran rencana penggalangan dana.

Kegiatan penyaluran yang konsisten

Jangan sungkan untuk menanyakan perkembangan terbaru terkait penggalan dana. Kendati Anda berniat tulus dan ikhlas memberikan bantuan, namun pembaruan bisa memberikan kesan positif bagi Anda dan penggalang dana.

Rekening tujuan

Yayasan maupun lembaga terpercaya memiliki nomor rekening atas nama yayasan atau lembaga tersebut, bukan nomor rekening pribadi.

Selain transfer bank, bisa juga melihat kredibilitas donasi bila telah bekerja sama dengan platform atau pembayaran pembayaran online terpercaya, seperti GO-PAY, OVO, DANA, Link Aja, dan lainnya.

“Memeriksa kredibilitas penyelengara penggalangan dana itu sangat amat penting. Agar tidak merasa tertipu dengan donasi yang tidak tepat sasaran atau disalahgunakan,”

Mengenal Penerima Dana

Umumnya ada penjabaran mengenai siapa sosok yang akan diberikan bantuan, alamat penerima bantuan, dan alasan mengapa Anda harus dengan sukarela menjadi donaturnya dalam bentuk narasi panjang. Foto dan video menjadi bukti penting bahwa penerima dana memang benar adanya. Jika Perlu, Anda bisa mengecek sendiri kondisi sebenarnya di lapangan untuk menghindari resiko penyalahgunaan.

Terkadang hal-hal kecil bisa menjadi indikasi adanya ketidakjujuran, seperti cek keaslian foto, apakah foto pernah diunggah sebelumnya untuk hal lain. Apakah betul nama desa/kecamatan itu ada, dan lainnya.

Dasar Hukum Pengumpulan Donasi di Indonesia

Regulasi crowdfunding donasi yang ada pada saat ini didasarkan pada UU No. 9 Tahun 1961 tentang Pengumpulan Uang atau Barang, PP No. 29 Tahun 1980 tentang Pelaksanaan Pengumpulan Sumbangan.

Pasal 378 KUHP tentang Penipuan

“Barang siapa dengan maksud hendak menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum dengan memakai nama palsu atau martabat (hoedanigheid) palsu; dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi utang maupun menghapuskan piutang, diancam, karena penipuan, dengan pidana penjara paling lama empat tahun.”

Misalnya, oknum yang bikin cerita karangan pengundang iba warganet di media sosial. Ujung-ujungnya ia mencantumkan nomor rekening untuk memohon donasi online. Lalu ada cerita memilukan serupa. Namun, nomor rekening yang dicantumkan masih sama. Jadi, beda cerita sedih, sumbangannya ke satu nomor rekening tujuan. Oknum ini semacam kolektor cerita sedih yang manipulatif demi mengundang dermawan untuk menyumbang.

Penipuan Donasi Online

Jika Anda menjadi korban penipuan donasi online atau mengetahui adanya penipuan berkedok sosial, segera laporkan kepada yang berwenang. Sehingga tidak ada lagi korban-korban selanjutnya dan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal.

Bukan berarti menyalurkan zakat sendiri adalah hal yang keliru, akan tetapi lebih baik jika menyalurkan donasi atau zakat secara daring maupun langsung kepada lembaga filantropi terpercaya dan telah berizin resmi dari pemerintah.

Satu Hati Sejuta Peduli

Leave a Comment