Tidak Selalu Buruk, Ini Dia Efek Positif Stres

Seringkali stres dipandang sebagai sensasi yang negatif. Mulai dari deadline kerjaan yang menumpuk, jadwal kesibukan yang padat, ditambah dengan kondisi pandemi saat ini. Tahukah anda bahwa tidak semua stres berdampak negatif loh! Bagaimana bisa?

Menurut Hans Selye, stres merupakan respon non-spesifik yang muncul pada tubuh karena adanya permintaan untuk melakukan suatu perubahan. Selye membedakan stres menjadi dua: yaitu distress yang merupakan bentuk stres negatif dan eustress yang merupakan stres positif.

Stres merupakan hal normal yang bisa dialami oleh manusia, baik orang dewasa maupun anak-anak. Perbedaannya adalah pada bagaimana respon kita dalam mengelola stres yang sedang dialami.

Eustress atau stres yang mengacu pada dampak positif ini dapat menciptakan kondisi yang baik pada kesehatan fisik dan mental anda. Apa saja dampaknya?

Berikut tanda-tanda stres dapat memiliki dampak positif buat anda.

Stres dapat menumbuhkan motivasi

image 1
© Unsplash.com

Stres dalam tingkat yang tinggi memang melelahkan, namun dalam tingkat menengah, stres dapat memicu motivasi. Misalnya, stres menghadapi deadline kerjaan dapat memotivasi anda untuk lebih fokus sehingga anda menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.

Contoh lainnya ketika anda memulai beradaptasi dengan pekerjaan baru. Hal tersebut menjadikan anda bisa menemukan penyelesaian masalah atas tekanan yang tengah dihadapi. Nah, pernahkah anda merasa seperti ini?

Stres dapat membantu anda untuk bertumbuh

image 2
©Pexels.com

Stres dapat membantu anda untuk bertumbuh. Hal tersebut membuat anda secara perlahan membangun kepercayaan diri dan kemampuan anda dalam menyelesaikan masalah.

Menjadikan stres sebagai pendorong untuk menghadapi ketakutan dan tantangan daripada menghindarinya. Setelah berhasil menghadapi hal tersebut, anda bisa dan lebih siap untuk mengondisikan diri untuk tantangan hidup selanjutnya.

Stres mendorong anda tetap terhubung dengan orang lain

image 3
©Unsplash.com

Sebagai makhluk sosial, hal ini menjadikan manusia saling membutuhkan satu sama lain. Stres dapat mendorong anda untuk menjalin hubungan sosial, ketika anda mulai membuka diri untuk berkomunikasi terkait perasaan dan kondisi yang sedang dialami pada orang terdekat atau mereka yang anda percaya.

Selanjutnya, hubungan sosial dapat membantu anda mengurangi masalah yang berkaitan dengan mental. Karena merasa dicintai dan dipahami oleh orang lain dapat mengurangi rasa kesepian dan terisolasi.

Ditambah dengan kondisi pandemi saat ini, dimana semua orang sedang berusaha untuk beradaptasi dengan keadaan yang tidak menentu.

Saling memberi dukungan dapat membuat anda merasa lebih baik. Karena anda juga sedang memvalidasi perasaan diri dan mengetahui bahwa orang lain juga sedang mengalami kondisi yang sama. 

Kapan stress bisa menjadi berbahaya bagi diri sendiri?

Diantara beberapa efek postif dari stress tersebut, Anda juga harus waspada ketika stress yang dialami tidak bisa terkontrol dengan baik.  Stress yang berlangsung selama beberapa bulan atau bahkan dalam kurun waktu yang lama dapat menyebabkan depresi, kecemasan dan serangan jantung.

Dilansir dari Ulifeline, tubuh akan memberi tanda bahwa Anda sedang mengalami stress yang berat. Beberapa tandanya yaitu:

  • Ketidakmampuan untuk berkonsentrasi atau menyelesaikan tugas
  • Sering sakit flu
  • Pegal-pegal
  • Penyakit lainnya seperti autoimun kambuh
  • Sakit kepala
  • Mudah marah
  • Sulit tidur atau tetap terjaga
  • Perubahan nafsu makan
  • Sering marah atau cemas dari biasanya

Apa yang bisa anda lakukan untuk mengelola stres?

Stres merupakan bagian dalam hidup yang tidak bisa Anda hindari. Tetapi, Anda bisa mengelola stres tersebut. Anda bisa belajar untuk menerima kondisi diri. Jika stres dirasa sudah menganggu kegiatan sehari-hari, Anda bisa meminta bantuan professional untuk membantu menyelesaikan masalah Anda.

Leave a Comment