Jihad Memperebutkan Generasi

Perjalanan Jihad

Dalam perjalanan jihad Dzatur Riqa’ yang ditempuh, para sahabat tidak berkeluh kesah meski kaki mereka pecah-pecah. Kaki mereka yang luka akibat perjalanan panjang itu diikat dengan kain-kain. Sehingga perang itu disebut Dzatur Riqa’, karena mereka mengikat kaki-kaki mereka dengan kain akibat panas yang menyengat. Mereka mengalami kondisi yang berat namun mereka tidak lemah untuk menghadapinya. Bahkan menceritakan saja mereka malu-malu. Sebab itu akan menandakan tanda keengganan dalam menyongsong tugas berat. Itulah satu di antara gambaran betapa sahabat memiliki semangat perjuangan yang luar biasa. Semangat para sahabat dalam kesungguhannya menempuh jalan kebaikan patut kita contoh dan ejawantahkan dalam kehidupan kita.

Peredaran Narkoba di Indonesia

Komjen (pur) Budi Waseso, mantan Ketua Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat, pernah menyampaikan informasi yang sangat mengagetkan. Bahwa ada 72 jaringan pengedar narkotika internasional dari 11 negara menjadi penyuplai narkotika ke Indonesia. Pada 2016, ada 250 ton narkotika asal Cina yang masuk. Ditambah bahan pemula untuk membuat narkotika sebanyak 1.097,6 ton. Komjen Buwas, panggilan akrab beliau, mengatakan bahwa informasi tersebut adalah data dari Kementrian Narkotikan Cina, plus keterangan empat Kepala Kepolisian Negara bagian di Cina yang mengamini data tersebut.

Yang paling mencengangkan adalah bahwa ke-72 jaringan internasional pengedar narkotika di Indonesia itu menyisihkan 10 persen keuntungannya untuk operasi regenerasi pangsa pasar. Mereka menarget anak-anak mulai TK sampai SMP dimana anak-anak ini akan menjadi pasar narkotika ketika beranjak SMA atau kuliah. Subhanallah.

Jika Bandar narkoba saja mempunyai rencana rapi untuk merusak putra putri kita, apakah kemudian kita hanya bisa santai dalam menyikapinya?

Peranan Penguatan Keluarga

Karenanya, LAZ YASA Malang sendiri telah mencanangkan penguatan ketahanan keluarga bagi para binaannya. 2018 diharapkan minimal ada 1.000 keluarga yang bisa menjadi mustahik binaan dan mengikuti proses pembinaan yang telah disiapkan. Program-program yang diluncurkan juga diarahkan untuk membentuk pribadi-pribadi yang punya ketahanan iman. Karena sesungguhnya kekuatan imanlah benteng kokoh dari gempuran kerusakan-kerusakan yang ada.

Sekolah Langkah Gemilang

Satu program besar adalah Sekolah Langkah Gemilang. Sekolah gratis bagi mustahik. Gratis dengan kualitas premium untuk memastikan bahwa anak-anak keluarga mustahik juga bisa mendapatkan pendidikan terbaik sebagaimana anak-anak keluarga berada. Memadukan antara pendidikan formal dengan pendidikan berbasis Al Qur’an. Jenjang yang dipilih adalah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Insya Allah akan mulai berjalan pada Juli 2018 ini, dan kami memohon doa dari kaum Muslimin sekalian agar proyek mulia tersebut bisa dimudahkan oleh Allah ‘Azza wa Jalla dalam pelaksanaannya. Inilah salah satu karya yang ingin kita persembahkan bagi ummat.

Kalau para pengusung kebathilan itu bersungguh-sungguh, maka kita juga harus lebih bersungguh-sungguh. Tingkat kesungguhan wajib jauh di atas mereka. Mengutip bahasa Komjen Buwas adalah tidak ada keraguan untuk perang dengan mereka.

Medan perang sudah di depan kita. Mari berkolaborasi, bersatu di antara kita, agar kekuatan kita semakin dahsyat dan kebermanfaatan kita semakin besar. Kita harus siap berperang memperebutkan generasi masa depan kita. Dengan ijin Allah, tidak boleh ada kata kalah melawan mereka. Muslim itu sangat kuat.

Wallahu a’lam bishshowab

 

Baca juga :

Kolaborasi Agar Maksi

Bangkit Setelah Gempa

Nafsu Yang Merusak Manusia

 

Ikuti kegiatan terbaru di @yasapeduli

Leave a Comment