Larangan Mengolok-Olok Kaum Lain

Aisyah radhiyallahu ‘anha telah menceritakan bahwa beliau pernah berkata kepada Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam, “Cukuplah sikapmu kepada Shafiyah karena dia anu dan anu.” Musadad, perawi hadits ini mengatakan bahwa yang dimaksud oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha ialah bahwa Shafiyyah itu orang yang pendek, maka Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Sesunguhnya engkau telah mengucapkan satu kalimat, yang apabila kalimat itu dicampurkan dengan air laut, niscaya akan mencemarinya.” (HR. Ahmad, Kitabul Adab 4232).

Yakni tentulah air laut akan tercemar baik bau mapaun rasanya, karena bau busuk dari kotoran. Karena sesungguhnya apa yan dikatakan Aisyah adalah sebuah umpatan kepada Shafiyyah sebagai wanita yang berperawakan pendek.

Watsilah bin Al-aqsa radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

“Janganlah kamu memperlihatkan kebahagian kepada saudara-saudaramu karena musibah yang menimpa dirinya, karena bisa jadi Allah Subhanahu wa ta’ala akan berbalik merahmatinya dan memberikan ujian-Nya kepadamu.” (HR. Tirmizi, Kitabul Adab 4232).

Larangan Mengolok-Olok Dalam Al Qur’an

Sehubungan dengan ini, Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka yang (diolok-olokkan) lebih baik daripada mereka yang (mengolok-olokkan) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita lain, karena boleh jadi waniya yang (diolok-olokkan) lebih baik dari wanita yang (mengolok-olokkan).” (QS. Al Hujuraat (49): 11).

Sumber: Tahapan Mendidik Anak: Teladan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam; Syaikh Jamaal ‘Abdur Rahman

Baca Artikel Islami Lainnya

Ikuti Kegiatan Sosial Terbaru Kami: @yasapeduli

Leave a Comment