Manusia Terbaik

Manusia Yang Terbaik

 خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ 

صحيح الجامع 3289 حسن )

Artinya :

“Orang yang terbaik adalah orang yang paling banyak memberikan manfaat kepada manusia.” (Shahih Al-Jami’, No. 3289, Hadts Hasan)

Islam sangat memberikan perhatian terhadap kebaikan seseorang. Bahkan dalam banyak sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan arahan untuk mengambil sisi yang terbaik ini. Tinggal kita mau mengambil sisi yang mana, sesuai dengan kemampuan kita masing-masing. Apalagi dalam bulan yang penuh berkah (Ramadan), perlu bersegera mengambil amalan-amalan terbaik ini.

Arahan dari Rasulullah Shallallahu ‘alihi wasallam terkait dengan amalan-amalan terbaik. 

  1. “Sebaik-sebaik kamu adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (Shahih Bukhari, No. 5027). Keterkaitan antara seorang hamba dengan Allah yang menjadikan seseorang menjadi terbaik di mata Allah. dimulai dengan belajar sampai dapat mengajarkan kepada umat Islam lainnya. Sehingga Al-Qur’an semakin terpatri dalam hati tiap manusia. Al-Qur’an adalah kalamullah, semakin banyak kita menyimpan di dada kita, maka semakin baik di sisi Allah. ketika kita dapat mengajarkan kepada orang lain, maka kita termasuk orang yang terbaik.
  2. Di sisi lain Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam juga bersabda, “Sebaik-baik kamu adalah yang paling baik akhlaknya.” (Shahih Bukhori, No. 6035). Akhlak sebagai bekal utama setiap manusia menjadi barometer terbaik dalam pandangan Allah. bahkan salah satu perangai terbaik ini dapat memperberat timbangan di akhirat kelak. Akhlak mulia merupakan hiasan bagi seseorang dalam pergaulan.
  3. “Sebaik-baik kamu adalah orang yang menunaikan hutangnya dengan cara terbaik.” (Shahih Bukhari, No. 2305). Merupakan suatu kegembiraan tersendiri ketika kita membantu seseorang dan dapat ditunaikan dengan sebaik mungkin. Apalagi terkait dengan hutang piutang yang terkadang sebagian orang menunda malunasinya tanpa alasan atau telah menjadi karakternya. Sehingga anjuran dan arahan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam terkait cara menunaikan hutang dengan sebaik mungkin menjadi barometer kebaikan seseorang.
  4. Hubungan dengan tetangga juga bisa menjadi barometer kebaikan seseorang sebagaimana sabda Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam, “Sebaik-baik kamu adalah orang yang (menabur kebaikan sehingga manusia senantiasa) mengharapkan kebaikannya, dan (yang menjauhi kejahatan sehingga manusia) aman dari kejahatannya.” (Shahih Tirmidzi).
  5. Dalam berinteraksi di keluarga juga menjadi perhatian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, “Sebaik-baik kamu adalah orang yang baik terhadap keluarganya.” (Shahih Ibnu Hibban, No. 4177). Interaksi yang indah ini akan menumbuhkan keluarga yang sakinah mawaddah dan penuh rahmat. Dikala suami istri dapat menunaikan hak dan kewajibannya, akan tumbuh generasi rabbani dalam keluarga tersebut.
  6. “Orang yang terbaik dari kalangan kamu semasa jahiliyah adalah yang terbaik waktu Islam apabila dia mamahami Islam dengan mendalam.” (Shahih Bukhari, No. 3374). Pendalaman ilmu senantiasa menjadi tujuan utama dalam menuju kebaikan seseorang. Bahkan ia termasuk salah satu jalan menuju ke surga. Diangkat derajatnya di sisi Allah.
  7. Perhatian dengan sesama juga menjadi barometer kebaikan seseorang. “Sebaik-baik kamu adalah orang yang memberi makan dan menjawab salam.” (Shahih Jami’, No. 3318). Kepedulian dengan sesama dapat menguatkan hubungan dalam tatanan masyarakat yang menjadi imunisasi dari berbagai macam provokasi yang kadang dihembuskan orang yang kurang sependapat dengan kita.
  8. “Sebaik-baik kamu adalah orang yang paling lembut bahunya ketika shalat.” (Targhib wa Tarhib, 1/234, hadits hasan). Maksudnya adalah membuka ruang kepada orang lain untuk masuk dalam shaf barisan shalat.
  9. “Sebaik-baik kamu adalah orang yang apabila dilihat kepadanya, membuat (orang yang melihatnya itu) ingat kepada Allah.” (Shahih Targhib, No. 2824, hadits hasan). Kekuatan jiwa dapat mempengaruhi orang lain dalam melakukan ibadah kepada Allah.
  10. “Sebaik-baik manusia adalah orang panjang usianya dan baik amalannya.” (Shahih Jami’, No. 3297, hadits shahih). Ukuran kebaikannya adalah dengan amalan yang indah dalam mengisi kesehariannya.
  11. “Sebaik-baik manusia ketika terjadi fitnah adalah orang yang memegang tali kudanya mengejar musuh-musuh Allah, menakutkan bagi mereka dan merekapun takut kepadanya. Atau orang yang menyendiri (uzlah) di pedalaman menunaikan hak Allah atasnya.” (Shahih Jami, No. 3292, hadits hasan).
  12. “Sebaik-baik sahabat di sisi Allah adalah yang paling baik terhadap temannya. Dan sebaik-baik tetangga di sisi Allah adalah yang paling baik kepada tetangganya.” (Adabul Mufrad, No. 84, hadits shahih).
  13. Yang terakhir diantara barometer manusia terbaik adalah sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, “Sebaik-baik manusia adalah orang yang memilik hati yang makhmum dan lisan yang jujur. Beliau ditanya, ‘Apa maksud hati yang makhmum?’ Maka beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Hati yang bertakwa dan bersih, tidak ada dosa padanya, tidak ada kedzoliman dan tidak ada dengki (hasad).’ Beliau ditanya, ‘Siapa lagi setelah itu?’ Beliau menjawab, ‘Orang yang tidak terpaut kepada dunia dan cinta pada akhirat.’ Ditanya lagi, ‘Siapa lagi setelah itu?’ Beliau menjawab, ‘Mukmin yang berakhlak mulia.’” (Shahih Jami’, No. 32911, hadits shahih). 

Semoga kita menjadi manusia terbaik di dunia dan di akhirat kelak… aamiin. 

 

Baca juga :

Dashsyatnya hari kebangkitan

Ketaatan dan nasihat

Berprasangka baik saat pandemi

Ikuti kegiatan kami di @yasapeduli

Leave a Comment