Mengabdikan Hidup Sepenuhnya KepadaNya

Pengaruhi Dirimu Sendiri Agar Semakin Mencintai Penciptamu Dan Mengabdikan Hidup Sepenuhnya KepadaNya

Oleh: Ustadz Ahmad Arqom

Perempuan tua yang sudah berusia 60 tahun itu bernama Saebah. Walaupun begitu ia masih tercatat sebagai mahasiswi di Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta. Setiap hari wanita ini, dengan bermodal Walkman, dia mendengarkan rekaman suaranya sendiri yang diputar pada selepas shalat subuh, ashar dan maghrib. Kalimat yang didengarnya itu adalah:

  1. Kaki saya membaik dari hari ke hari (10 kali)
  2. Rasa kesemutan di kaki saya semakin berkurang (10 kali)
  3. Sakit kepala saya membaik (10 kali) 
  4. Saya senang badan saya tumbuh sehat (10 kali)

Hasilnya? “Alhamdulillah, kesemutan di kaki sembuh dan jarang kambuh. Saya merasa lebih sehat,” kata Saebah. Saebah memang menjalani terapi OTOSUGESTI atau memberi sugesti (pengaruh) kepada diri sendiri. Yang mengajarinya adalah Nina Kemala Sari, dokter spesialis penyakit dalam. Nina memang sukses mempertahankan disertasinya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang bertajuk: “Peran Autosugesti pada Kualitas Hidup Pasien Geriatri (pasien yang berusia di atas 60 tahun)”. Dan Saebah adalah satu orang yang dilibatkan dalam penelitiannya.

Nah setelah membaca fakta itu sebagaimana dimuat di Majalah Tempo edisi 28 Oktober 2012, aku menyadari mestinya aku dan dirimu bisa semakin meningkatkan efek sugesti (pengaruh) pada diri sendiri untuk menumbuhkan dan mengokohkan rindu dan cinta kita kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Pencipta Kehidupan, serta beragam kondisi kejiwaan diri yang unggul lainnya.

Ini karena setiap hari aku dan dirimu membaca ayat-ayat-Nya minimal dalam saat-saat ruku’ dan sujud kepada-Nya. Jika kalimat pendek yang diucapkan Saebah saja terbukti efektif dalam memberikan pemulihan kesehatan, maka ayat-ayat dan kalimat-kalimat dalam kitab suci-Nya yang mengandung kesadaran tentang Tuhan, syukur dan pengabdian kepada-Nya, harapan dan doa kepada-Nya, serta beragam sugesti dan pengaruh jika diucapkan secara sadar, teratur, dan konsisten.

Untuk meningkatkan efek pengaruh tumbuhnya rindu dan cinta kita kepada Nya, cobalah melakukan ini:

  1. Setiap kali engkau bermobil putarlah suara bacaan ayat-ayat kitab suci-Nya (yang bagus dan indah) terutama surat-surat pendek yang engkau biasa membacanya dan ikutlah menyertai bacaannya.
  2. Jika bersepeda motor lakukan hal di atas tapi sebaiknya suara bacaan itu didengarkan lewat earphone yang dipasang di telinga, lalu ikutilah bacaannya.
  3. Selepas ruku’ dan sujud lakukan hal yang sama seperti no. 1 dan no. 2, atau membaca langsung tanpa mengikuti rekaman bacaan.
  4. Di waktu waktu yang lain yang senggang, lakukan hal yang sama seperti no. 1 dan no. 2.

Lakukan hal-hal di atas sesering mungkin sesuai kemampuanmu. 

Mengapa aku menyarankan itu. Ada beberapa alasan:

  1. Mempersering menyebut nama-Nya lewat membaca ayat-ayat-Nya akan semakin mendekatkan pikiran, perasaan, hati, dan jiwamu kepada-Nya.
  2. Dalam keadaan dekat kepada-Nya, maka ketenangan, kedamaian, kebahagiaan serta rasa terlindungimu meningkat tajam.
  3. Dan jika kondisi no. 2 di atas sering engkau rasakan, maka rindu dan cintamu kepada-Nya akan terbentuk sangat kuat dalam dirimu.
  4. Dampak berikutnya engkau akan semakin memiliki kestabilan jiwa yang meningkat dan semangat untuk berbuat serta menghasilkan karya kebaikan terus bergelora di dadamu.

Selamat mencoba. Semoga engkau semakin memiliki rindu, cinta, kekokohan dan keteguhan jiwa, serta bisa menghasilkan prestasi gemilang yang membawa manfaat bagi sesama.

Dahsyatnya Pengulangan Yang Dihayati dan Ditekuni

“Semua pencapaian keahlian dan prestasi luar biasa manusia dibentuk oleh proses pengulangan yang dihayati dan ditekuni”

Tuhan Yang Maha Mengetahui menyebutkan dan menerangkan tentang keyakinan, pengabdian, ibadah, karakter, kerja keras, amal kebaikan, perjuangan hidup, balasan-balasan-Nya terhadap perbuatan hamba-Nya dan lain sebagainya dalam ayat-ayat di kitab suci-Nya seringkali berulang-ulang. Nabi dan Rasul terakhir sang teladan bersama sahabat-sahabatnya kerap membaca ayat-ayat-Nya seringkali dengan cara mengulang-ulangnya.

Begitu pula orang-orang saleh sesudahnya. Mengulang-ulang membaca ayat-ayat-Nya dalam berbagai kesempatan penghambaan kepada-Nya memungkinkanmu:

  1. Mendekatkan pikiran, perasaan, hati, jiwa dan ragamu (yang selama ini jauh) pada ayat-ayat-Nya.
  2. Menggugah perhatian dan kesadaranmu terhadap ayat-ayat-Nya yang mengajakmu berdialog dengan-Nya, memperhatikan semesta kehidupan yang diciptakan oleh-Nya serta memperhatikan semua petunjuk-Nya dalam kitab suci-Nya.
  3. Meresapkan dan merasukkan ke dalam pikiran, perasaan, hati dan jiwamu makna-makna keyakinan, pengaturan dan pengawasan Tuhan secara mutlak terhadap semesta kehidupan, penghambaan kepada-Nya dan makna-makna keimanan lainnya.
  4. Mempengaruhi dan mengarahkan pikiran, perasaan, hati dan jiwamu yang telah terasuki ayat-ayat-Nya kearah keunggulan dan kemuliaan hidup yang dikehendaki-Nya sehingga engkau berubah menjadi manusia terbaik untuk ukuran-Nya.
  5. Mengikatkanmu selalu pada ikatan kebenaran-Nya dan ikatan penghambaan kepada-Nya serta perjuangan di atas jalan-Nya.

Itulah mengapa generasi pertama ummat ini tumbuh sebagai manusia unggul dengan ayat-ayat-Nya.

Baca juga :

Manusia terbaik

Mencegah Stroke

Generasi yang ditolong Allah

Ikuti kegiatan kami di @yasapeduli

Leave a Comment