Muhammad Teladanku

Muhammad Teladanku

Ust. Abu Haidar

Allah memberikan rumus sukses kepada kita semua di Al Qur’an surat An-Nisa’ ayat ke 13 ,

تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ

خَالِدِينَ فِيهَا وَذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“Itulah hukum-hukum Allah dan barang siapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya maka Allah akan memasukkannya ke dalam jannah-jannah yang mengalir sungai-sungai di bawahnya. Dia di dalamnya dalam keadaan kekal dan itulah kemenangan yang besar.”

Kata ‘Fauzul adhim’ mempunyai maksud taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Meski memiliki jabatan tinggi tapi tidak taat kepada Allah dan Rasul-Nya, maka dia gagal dalam hidupnya dan tidak akan masuk ke surga. Kita masuk surga adalah bentuk cinta dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Bahkan kabar gembira sudah ditampakkan di dunia oleh Allah melalui Al-Qur’an. Rumusnya adalah istiqomah dan mudawamah/istiqomah dalam ibadahnya, maka oleh Allah akan menampakkan kabar gembira  di dunia yaitu masuk surga kelak.

Jika kita ingin mengetahui karakter bagaimana Rasul, maka dapat dilihat di Surat At-Taubah ayat 128,

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِي

Agar sukses, disukai banyak orang, dan hidup bahagia, maka rumusnya adalah teladani karakter kepribadian Rasul. Tidak perlu kita membuka buku-buku buatan orang barat. Karena buku-buku buatan barat hanyalah menyimpulkan saja.

Sedangkan di Islam sudah ada kesimpulannya di dalam hadits. Seperti halnya hadits ‘jika kita mencintai orang lain, cintailah ia seperti mencitai diri kita sendiri’. Hal itu yang dicontohkan oleh Rasul.

muhammad

Apa saja karakter Rasul?

Berikut beberapa karakter pribadi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam:

Azizul ‘alaihima ‘anittum

Sangat memberikan perhatian kepada semua ummatnya, baik besar kecil tua maupun muda.

Harissun alaikum

Memiliki keinginan yang kuat. Keinginan Rasul adalah semua orang beriman, sehingga seluruh energinya dikerahkan untuk mengajak semua orang untuk beriman. Seperti kisah Rasul ketika pergi ke kota Thaif untuk menyebarkan dakwahnya supaya orang-orang beriman.

Tidak bisa dibayangkan bahwa jarak Mekkah ke Thaif yang berkilo-kilo meter jauhnya, namun Nabi tetap menjalaninya dengan istiqomah dan menggebu-gebu meski di Thaif banyak terjadi penolakan.

Roufur rohiim

Pengasih dan penyayang kepada muslim, anak-anak, orang tua, dan perempuan.

Sungguh ada di antara kalian seorang Rasul yang menjadi teladan yang baik bagi orang-orang yang ingin bertemu dengan Allah di hari akhir. Maka dari itu kita tidak perlu meneladani dari manusia-manusia biasa, mari kita teladani manusia biasa yang mendapatkan wahyu dari Allah.

Dalam hal apa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam itu bisa diteladani? 

Beliau wajib dan layak dijadikan teladan dalam segala hal, seperti :

Al-Aqidiyah, dalam hal aqidah

Kenapa orang bisa mengorbankan seluruh hartanya bahkan hingga mengorbankan jiwanya sedangkan nabi tidak mendapatkan apa-apa. Itulah bentuk dari didikan Rasulullah. Aqidah ditanamkan kuat dihati kaum Muslimin, sehingga keimanan mereka tidak mudah goyah. Seperti halnya kisah keluarga Yasir radhiyallahu’anhu, dimana keluarga miskin tersebut karena Keislamannya, disiksa oleh kafir Quraisy.

Namun mereka tetap mempertahankan aqidahnya meski siksaan itu sangat berat, bahkan Summayah radhiyallahu’anha (istri Yasir) harus mengorbankan nyawanya menjemput kesyahidan.

Sementara, pelajaran aqidah saat ini mulai hilang karena ada pemisahan dari sistem pendidikan di negara kita, sehingga kekuatan aqidah kamu muslimin melemah. Lemahnya aqidah membuat kita juga lemah di hadapan musuh-musuh Islam.

Al-Ibadiyah,  dalam hal ibadah

Cukup kita mencontoh Rasulullah, tidak perlu membuat ibadah-ibadah yang baru. Kalau rasulullah qiyamul lail itu tidak kurang dari 11 rakaat dengan ayatnya yang panjang-panjang. Dari Abdullah ibn Mas’ud berkata (….).

Al-Iqtishodiyah, dalam bidang ekonomi

Yang dikembangkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdasarkan wahyu adalah sistem ekonomi yang islami. Sistem ekonomi penuh berkah yang bebas dari riba. Sistem yang mengedepankan nilai keadilan.

Al-Ijtima’iyah, dalam bidang sosial

Yaitu dengan membangun sistem sosial negara. Baitul maal mempunyai peran untuk membantu mendistribusikan zakat kepada mereka yang berhak menerima. Si kaya dan si miskin tidak mempunyai jurang perbedaan yang besar.

As-Siyasah, dalam bidang politik

Nilai-nilai Islam menjadi dasar dalam mengatur negara. Karena Rasulullah adalah pemimpin pertama orang Islam. Rasulullah itu adalah teladan tertinggi bagaimana menjadi pemimpin terbaik.

Adapun keistimewaan nabi lainnya yaitu Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu mendapatkan wahyu. Sehingga nabi Muhammad dalam perjalanan hidupnya tidak pernah salah karena adanya kontrol atau pengawasan langsung dari Allah Ta’ala melalui wahyu yang disampaikan oleh malaikat Jibril.

Keistimewaan selanjutnya adalah Syamillah (komprehensif, lengkap). Maksudnya adalah disetiap perjalanan nabi dapat kita contoh semua amal yang dijalankan oleh beliau. Ajaran atau sunnah beliau akan selalu cocok diterapkan kapan pun dan dimanapun.

Kemudian keistimewaan sirah nabi lainnya adalah hanya sirah nabi Muhammad saja yang dapat memberikan argument yang tak terbantahkan. Bahkan oleh para rahib sudah pernah meramalkan mengenai tanda-tanda kenabian.

Ciri-ciri Rasul

Setiap nabi memiliki sifat asasiyyah, yaitu :

Ashidqul muthrah (jujur sejujurnya)

Kejujurannya tidak akan rusak dalam setiap kondisi, meski hanya berbohong dalam candaan beliau. Sehingga, mulai kecil Rasulullah sampai meninggalnya tidak pernah bercanda dengan berbohong.

Al iltizam al kamil

Memiliki komitmen yang sempurna terhadap apa yang beliau sampaikan dalam segala sesuatunya.

Attablighul kamil al mustamil

Rasulullah selalu menyampaikan ajaran Islam yang sempurna terus menerus. Sehingga Rasulullah tidak mengenal kata pensiun dalam berdakwah, memperjuangkan agama Islam dari beliau berusia 41 tahun hingga usia 64 tahun (ketika beliau meninggal).

Al Aqlul Adzim

Memiliki akal yang cerdas. Tidak mungkin seorang nabi adalah orang yang bodoh. Bahkan beliau terkenal akan kecerdasan dan kepandaiannya.

Shidqul Mutlaq

Memiliki kejujuran yang mutlak. Hal ini dapat kita lihat dari beberapa hal, yaitu :

Pertama, Kejujuran nabi dilihat dari pengakuan musuh

Al-Mughirah ibn Syu’bah,

“Sungguh aku pertama kali mengenal Rasulullah ketika aku berjalan bersama Abu Jahal di Mekkah, Nabi langsung berdakwah ,‘Yaa Aba Hakam, mari kembali kepada Allah, kembali kepada  Rasul-Nya, kembali kepada kitab-Nya, aku mengajak kamu kepada Allah’, Abu Lahab menjawab,

‘Yaa Muhammad, apakah kamu tidak berhenti dari mencela tuhan-tuhan kami? Apakah engkau yang menginginkan bahwa kami bersaksi bahwa kamu telah menyampaikan? Kalau itu yang memang kamu inginkan, kami bersaksi kamu telah menyampaikan’, setelah itu Rasulullah berpaling. Lalu Abu Jahal menghadap kepada kami dan berkata,

‘Demi Allah sungguh aku mengetahui bahwa yang dikatakan Muhammad itu benar, tetapi ada sesuatu yang menghalangiku’.”

Kedua, Kejujuran nabi dilihat dari pengakuan pengikut.

Ini sudah sangat jelas sekali, bagaimana para sahabat membuktikan bahwa Rasulullah melakukan apa yang beliau sampaikan. Beliau tidak pernah bertolak belakang antara amal perbuatan dengan perkataannya. Ketika memerintahkan shalat, maka yang terbaik adalah shalat beliau. Saat ada perintah jihad, pastilah beliau yang paling awal serta paling bersemangat untuk menyambutnya.

 

Baca juga :

Mengenal Allah dengan Al Qur’an

Hukum meratapi kematian dalam Islam

Fenomena meminta hujan dengan binatang

Ikuti kegiatan kami di @yasapeduli

Leave a Comment