Obat Galau

Obat Galau Dalam Islam

Ust. Tahmid, Lc

Suatu ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada para shahabat tentang tabiat hidup manusia di dunia dengan menggambarkan di tanah membuat bangun segi empat, lalu beliau membuat garis lurus di tengahnya yang menembus bangun segi empat itu. Kemudian beliau membuat garis kecil-kecil menyamping di antara garis tengah itu.

Lalu beliau bersabda,

“Ini manusia. Dan ini ajalnya, mengelilinginya. Dan garis yang menembus bangun ini adalah obsesinya. Sementara garis kecil-kecil ini adalah rintangan hidup. Jika dia berhasil mengatasi rintangan pertama, dia akan tersangkut rintangan kedua. Jika dia berhasil lolos rintangan kedua, dia tersangkut rintangan berikutnya.” (HR. Bukhari, No. 6417).

Tabiat manusia seperti ini juga dikuatkan oleh Allah di surat Al-Ma’arij ayat 19-21. Bahwa manusia diciptakan dalam kondisi suka mengeluh. Kalau ditimpa bencana atau musibah berkeluh kesah, kalau diberi kebaikan dia kikir. Dan Allah berikan solusi dari berbagai masalah hidup kita di ayat 22-35.

Yang menarik ketika Allah memberikan solusi dimulai dengan melanggengkan shalat (setia melaksanakan shalat) dan diakhiri dengan senantiasa menjaga shalat. Artinya dengan shalat ternyata merupakan salah satu solusi dalam menghadapi berbagai macam kegalauan dalam kehidupan dengan berbagai masalah yang terus menerus menerpa.

galau

Seperti digambarkan Nabi dalam hadits di atas, ketika seseorang telah menyelesaikan satu masalah, maka dia akan menghadapi masalah baru lagi. Sehingga dalam kehidupan akan terus bertemu dengan masalah. Akan tetapi meskipun sudah melaksanakan shalat kenapa kegalauan masih terus menerpa kita?

Perlu dilihat lagi bagaimana kualitas shalat dan interaksi kita dengan Allah dalam setiap shalat. Allah menyinggung hal ini di surat Al-Baqarah ayat 45-46. Allah gambarkan dan berikan metode bagaimana shalat kita agar khusyu’ dan memberikan bekas dalam keseharian kita. Pertama ia yakin bertemu dengan Allah dan kedua yakin akan kembali kepada-Nya.

Yakin adanya pertemuan dengan Allah membutuhkan persiapan terbaik. Kalau sekiranya kita yakin diundang oleh presiden bulan depan, bukankah baju seragam, sepatu, jadwal dan semuanya akan kita siapkan jauh hari? Dan kita akan datang lebih awal. Bagaimana ketika kita pasti bertemu dengan Allah? Apakah persiapannya seperti itu?

Poin kedua, pasti kembali kepada-Nya. Pernahkah kita menghantarkan jenazah sampai ke liang lahat? Bagaimana kondisi ketika kita shalat setelah itu? Pastinya akan lebih khusyu’ karena kita teringat di liang lahat sendirian tidak ada yang menemani kecuali amalan kita. Maka inti ibadah shalat yang akan membantu dalam menghadapi kegaluan dalam kehidupan adalah dengan menghadirkan kekhusyu’an.

 

Baca juga :

Unsur dasar saling mencintai

Ilusi pikiran

Cara mencegah sinusitis

Ikuti kegiatan kami di @yasapeduli

Leave a Comment