Pahala Jariyah

Pahala Jariyah

Dalam Islam kita seringkali mendengarkan perihal tentang jariyah dimana merupakan amalan yang tidak akan terputus pahalanya dikarenakan dengan amalan kita yang bersifat kontinu dimana manfaat yang dihasilkan tidak berhenti.

Amalan jariyah atau amalan yang manfaatnya bersifat kontinu dapat memberikan manfaat baik untuk diri kita sendiri maupun untuk orang lain. Dimana untuk diri kita sendiri pahala tersebut terus mengalir walaupun sudah meninggal dunia, ini sebagai bekal kita dalam menjalani proses peradilan di akhirat kelak nanti.

Sedangkan untuk orang lain manfaat yang kita berikan akan membekas hingga dia meninggal pula dan berpotensi manfaat yang kita berikan terhadap orang lain tersebut bermanfaat lagi untuk orang lain hingga bersifat rantai dan bisa dibayangkan berapa banyak pahala jariyah yang tidak berhenti mengalir untuk diri kita.

Hadist Mengenai Pahala Jariyah

Hadist mengenai pahala jariyah diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Ia meriwayatkan sabda Nabi Muhammad Shallahu ‘ alaihi wa sallam :

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلا مِنْ ثَلاثَةٍ : إِلا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: (1) sedekah jariyah, (2) ilmu yang diambil manfaatnya, (3) anak shalih yang selalu mendoakan orang tuanya.” (HR. Muslim, no. 1631).

Sudah terlihat jelas dikutip dari sabda Nabi Muhammad SAW dimana ketiga perkara tersebut tidak selalu berkaitan dengan materi namun pahala jariyah datang juga melalui hal-hal baik seperti menyebarkan ilmu yang kita kuasai terhadap orang lain yang membutuhkan layaknya pekerjaan guru maupun pekerjaan seperti relawan-relawan yang berusaha menyebarkan ilmunya untuk anak-anak kurang beruntung di luar sana.

Lalu hal non material lain yang dapat hendaknya diajarkan sejak dini adalah mengenai anak shalih yang dapat mendoakan orang tuanya. Seorang anak yang berbakti haruslah berusaha untuk menjadi seseorang yang bermanfaat untuk orang tuanya. Di sisi lain adalah sebagai orang tua juga harus memberikan hak-hak yang dapat menjadikan anaknya selalu merasa bahwa dirinya harus membawakan kebahagiaan untuk orang tuanya, baik di dunia maupun ketika orang tuanya sudah meninggal.

Sebagai orang tua maupun calon orang tua kita harus dapat mendidik anak kita/ calon anak kita sebagaimana mestinya sesuai dengan ajaran Islam bahwa amalan yang baik juga datanya dari perbuatan yang baik. Sehingga orang tua harus memberikan pendidikan karena pada dasarnya seorang anak adalah sebuah kertas putih kosong dimana perilakunya kelak akan tergantung siapa yang mengisinya. Pendidikan yang baik sejak dini merupakan sebuah upaya penting untuk peran orang tua dalam mempersiapkan kehidupannya ketika tua nanti hingga meninggal dimana pahala jariyah akan mengalir dari doa-doa yang baik dari anaknya yang shalih dan shalihah.

Amalan Jariyah

Setiap amalan yang diniatkan untuk Allah SWT maka setiap pahalanya juga akan dijamin oleh Allah. Dengan salah satunya adalah amalan yang tidak akan terputus pahalanya atau dalam Islam disebut dengan pahala jariyah, berikut adalah beberapa amalan dengan pahala jariyah baik bersifat materil atau non materil.

  1. Sedekah Harta

Salah satu amalan yang dapat dengan mudah dilakukan adalah dengan menyedekahkan sedikit hartanya dengan niatan ikhlas dan untuk kemashatan umat. Sedekah harta ini bisa dilakukan sendiri atau melalui perantara yaitu melalui lembaga amil zakat misalnya. Perlu diingat bahwasanya sedekah yang dilakukan harus dengan niatan hanya karena Allah semata bukan karena ingin dipandang sebagai orang yang dermawan. Dalam firman Allah yang terdapat pada QS. Ali Imran ayat 92, berbunyi :

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS. Ali- Imron ayat 92).

Dari ayat tersebut dapat kita ambil nilai baik dimana untuk menyempurnakan kebajikan yang sudah kita lakukan adalah dengan menyisihkan sedikit harta kita di jalan Allah SWT.

  1. Mushaf untuk orang lain

Amal selanjutnya adalah dengan memberikan mushaf yaitu Al-Qur’an kepada orang lain dimana pahala bacaan yang dibaca oleh orang yang kita beri akan tidak terputus. Al quran mengandung nilai kebaikan dan keberkahan dimana hanya dengan mendengarkan lantunannya saja kita mendapatkan pahala, hingga membacanya untuk diri kita sendiri tentu akan berlipat ganda, lalu memberikan Al- Quran untuk orang lain dan kemudian dibaca olehnya maka pahala yang kita dapatkan tidak akan terputus.

Amalan tersebut bahkan ketika kita meninggal dan selama mushaf yang diberikan dibaca maka pahala kebajikan dari Al quran akan terus mengalir dan memperberat amalan baik kita untuk persiapan menghadapi hari pengadilan kelak. Dan bayangkan ketika kita tidak hanya memberikan mushaf kepada satu orang, bayangkan kita memberikan banyak mushaf sebagai contoh untuk santri/santriwati muda dan dengan harapan dibaca hingga dia tua atau lebih baik dihafalkan maka pahala hafalan tersebut juga akan mengalir kepada kita pula.

  1. Masjid yang dibangun

Masjid merupakan tempat ibadah bagi umat Islam dimana semua hal baik dimulai dengan ibadah di masjid. Nah salah satu ibadah dengan amalan jariyah adalah dengan membantu mendirikan masjid baik melalui materil maupun non materil sehingga hal-hal baik yang terdapat pada masjid tersebut akan dicatat sebagai pahala jariyah bagi orang yang ikut serta dalam pendirian masjid. Bahkan Allah menjanjikan terbaik baginya di surga kelak melalui sabda nabi Muhammad SAW yang berbunyi

“Barangsiapa yang membangunkan sebuah masjid kerana Allah walau sekecil apa pun, maka Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di syurga” (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim).

Sudah dapat kita petik bahwa rumah ibadah yang kita dirikan dapat mendatangkan maslahat bagi diri kita maupun orang lain bahkan ketika kita sudah meninggal kelak.

  1. Menanam tumbuhan

Siapa sangka kegiatan menanam pohon yang baik untuk alam dalam Islam juga dipandang sebagai kebaikan yang bersifat jariyah. Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa kita menggunakan oksigen dimana dihasilkan melalui setiap daun dari setiap pohon yang ada di dunia ini.

Setiap pohon yang kita tanam dapat menunjang sebuah kehidupan dan manfaat yang datang dari pohon tersebut akan mendatangkan pahala jariyah untuk kita sampai meninggal kelak. Oleh sebab itu, jangan lah tanganmu mudah melakukan pengerusakan terhadap kehidupan pohon karena sebuah pohon memberikan manfaat yang luar biasa bagi makhluk hidup lain.

  1. Menyediakan jalan umum

Menyediakan sebagian lahan yang kita miliki sebagai jalan umum akan dicatat sebagai amal jariyah. Karena jalan yang kita sediakan akan mendatangkan kemudahan dan maslahat bagi setiap makhluk yang melewatinya. Amalan jariyah yang datang akan terus menerus mengalir selama manfaat jalan umum tersebut digunakan untuk kemudahan makhluk hidup lain.

Nah itulah beberapa pembahasan mengenai amalan jariyah yang harapannya dapat kita lakukan demi pahala jariyah ketika kita meninggal kelak. Amalan jariyah akan menjadi pemberat timbangan kebaikan ketika hari pengadilan kelak.

Baca juga :

Mengenal Allah dengan Al Qur’an

Hukum meratapi kematian dalam Islam

Fenomena meminta hujan dengan binatang

Ikuti kegiatan kami di @yasapeduli

Leave a Comment