Relawan Dari Hati

Mengenal Relawan Pejuang Perubahan

Relawan Pejuang Perubahan. Sebuah program dibawah LAZ YASA  Malang yang bergerak dibidang kemanusiaan. Begitu pahamku Ketika pertama kali mengenalnya di Instagram. Dalam hatiku berkata, “ Sabi nih, bosen jadi beban orang tua mulu, saatnya berubah”. Tanpa pikir Panjang, form pendaftaran aku isi.

Ahad 5 September, diadakan “First Gathering” panitia relawan. Setelah berliku-liku melintasi hingar bingar kota, sampailah di Panti Asuhan Mambaul Hikmah, tempat dimana acara diselenggarakan. Kucabut kunci motor, ku lepas helm, lalu terdiam. Lalu ku lepas kacamata yang selama ini menghalangi pandanganku dari kehidupan kecil nan sederhana ini. Kedua mataku sedang melihat anak-anak kecil yang asyik bermain, Bersama-sama menanam pohon, berlarian kesana kemari. Namun hatiku sedang melihat kebahagiaan. Senyum yang cerah tanpa terbayang-bayang oleh nasib.

Jam menunjukkan 09.30. Segera ku naik ke lantai atas untuk rapat. Suasana baru, setelah lama tidak bertemu orang banyak. Saling memperkenalkan diri, sedikit berbagi kisah. Namun, ada yang janggal. Kenapa aku satu-satunya mahasiswa semester 1? Ah tak apalah, usia tak menjadi syarat untuk mengasah diri.

Relawan Pejuang Perubahan

Kagum, mungkin cocok untuk menggambarkan apa yang kurasakan. Mendengar sepenggal kisah dari orang-orang yang lebih dulu mengenal dunia dari ku. Seakan mereka sudah mengalami pahit manis kehidupan kampus yang belum kucicipi. Sekali lagi menghela nafas sambil berkata, “Gapapa deh, kan semua ada waktunya”.

Setelah panitia lengkap, rapat dimulai. Disambut oleh manusia non-Jawa tetapi adabnya lebih jawa dariku. Ya, Mas Suhaimi. Karena terlalu indah, ia memperbolehkan memanggil Mas Suhe saja. Kemudian dikenalkan dengan LAZ YASA beserta kegiatannya. Sudah jelas dari namanya, yaitu membantu  mengurus kewajiban dan sunnah orang islam berupa zakat, sedekah, infaq.

Keseriusan Menjalankan Amanah Umat

Kemudian dijelaskan mengenai “8 Mustahik” dan ditekankan untuk dipahami dan di hafal agar tidak sembarangan dalam menjalankan amanah dari orang lain. Tercatat sebanyak 9.103 mustahik yang sudah di layani dari bulan Januari hingga Juni. Angka yang menggambarkan betapa seriusnya dalam membantu orang lain yang membutuhkan.

Tak hanya sampai disitu, masih banyak lagi program-program bermanfaat seperti Beasiswa ABA, bantuan untuk guru TK, dan SLG. Eits.., nggak hanya di bidang pendidikan, ada juga bidang kesehatan yang membantu banyak orang dalam menjaga kesehatan tubuh. Ada juga bidang dakwah, yang mengejutkan lagi adalah ternyata salah satu kegiatannya adalah mengadakan kajian dakwah di Lapas.

Iya, ke para Napi! Nggak cukup kata kagum yang bisa diucapkan. Masya Allah. Selain itu ada juga bidang sosial kemanusiaan dan pemberdayaan ekonomi yang mana membantu ketika ada bencana dan membantu meningkatkan ekonomi masyarakat. Sungguh Lembaga yang bukan kaleng-kaleng. Beruntung aku diberi kesempatan oleh Allah untuk mengikuti Lembaga ini.

Setelah panjang lebar penjelasan mengenai program-programnya, kami diberi kesempatan untuk bersantai sambil diskusi mengenai yang dibahas tadi. Bertukar ide, bercanda, berbagi pengalaman, dan yang terpenting konsumsi sudah siap. Jelas, itu menjadi syarat untuk bisa disebut kegiatan.

Kenyang ilmu dan kenyang perut, dan sekarang waktunya kembali melanjutkan kesibukan masing-masing.  Di penghujung acara, terdapat petuah-petuah menyegarkan jiwa yang keluar dari lisan para petinggi. Mas Suhe, Mas Ipin, Mas Rahmat #bukanmaen. Lalu akhirnya kami semua undur diri.

Jika ditanya bagaimana kesanmu mengikuti acara relawan ini? Aku jawab MasyaAllahuAkbarWalillahilhamd.

Oleh: Ahmadan A’la Syahidun Najah, Mahasiswa Semester 1, UM

Ikuti Keseruan Kita di @pejuangperubahan_

Baca Artikel Lainnya

Leave a Comment