Mencegah Stroke

Apa itu stroke?

Stroke ialah kondisi gawat darurat yang harus ditangani secepatnya karena sel otak akan mati hanya dalam hitungan menit. Tindakan penanganan yang cepat dan tepat akan dapat mengurangi tingkat kerusakan otak dan mencegah kemungkinan munculnya komplikasi. Stroke atau cerebrovascular accident (CVA) adalah suatu kejadian rusaknya sebagian dari otak. Terjadi jika pembuluh darah arteri yang mengalirkan darah ke otak tersumbat, atau jika robek atau bocor.

Keadaan ini menyebabkan fungsi-fungsi otak dengan cepat, karena gangguan suplai darah ke otak. Hal ini dapat terjadi karena iskemia (berkurangnya aliran darah) dikarenakan oleh penyumbatan (thrombosis, arterial embolism), atau adanya haemorrhage (pendarahan). Karenanya, daerah yang terkena stroke tidak dapat berfungsi seperti seharusnya.

Stroke, apa penyebabnya?

Stroke Hemorragik

Dalam stroke hemorragik , pembuluh darah pecah sehingga menghambat aliran darah yang normal dan darah merembes ke dalam suatu daerah di otak dan merusaknya. Hampir 70 persen kasus penyakit ini menyerang penderita hipertensi.

Stroke Iskemik

Dalam stroke iskemik, penyumbatan bisa terjadi di sepanjang jalur pembuluh darah arteri yang menuju ke otak. Penyakit ini yang biasanya disebabkan oleh diabetes menjadi mayoritas pada penderita penyakit ini dan bisa mencapai 85 persen. 

TIA  (Transient Ischemic Attacks)

Kondisi iskemik ringan yang gejalanya mirip stroke, tetapi akan hilang dengan sendirinya dalam 24 jam .Hal ini terjadi karena penyumbatan pembuluh darah hanya terjadi sementara. Tetapi bagaimanapun, jika hal ini terjadi, maka kemungkinan terjadinya stroke berikutnya yang lebih berat dapat terjadi. 

Faktor Resiko Stroke

Faktor resiko terjadinya penyakit ini adalah: usia, tekanan darah tinggi sebelumnya, diabetes, kolesterol, obesitas, sleep apnea, merokok, kurang olahraga, konsumsi obat terlarang, kecanduan alkohol, atrial fibrilasi ( gangguan irama jantung), migraen dengan aura,  thrombofilia (cenderung thrombosis), dan faktor keturunan. Dari semua faktor-faktor terjadinya penyakit tersebut, yang paling mudah dikendalikan adalah tekanan darah tinggi dan merokok. 80 persen stroke dapat dihindari dengan pengelolaan faktor-faktor risiko.

stroke

Pencegahan Stroke

Pencegahan yang terbaik untuk mencegah terjadinya penyakit ini adalah dengan mengidentifikasi orang-orang yang berisiko tinggi dan mengendalikan faktor risiko stroke sebanyak mungkin, seperti kebiasaan merokok, hipertensi, dan stenosis di pembuluh karotid, mengatur pola makan yang sehat dan menghindari makanan yang mengandung kolesterol jahat (LDL), hindari alkohol, serta olaraga secara teratur minimal 3 kali seminggu. Selain itu rutinlah cek kesehatan dan mengurangi makanan yang asin.

Gejala Penyakit

Gejala-gejalanya termasuk: hemiparese – hemiplegi (ketidakmampuan untuk menggerakkan satu atau lebih anggota badan dari salah satu sisi badan, aphasia (ketidakmampuan untuk mengerti atau berbicara), atau tidak mampu untuk melihat salah satu sisi dari luas pandang (visual field). 

Bila mengalami gejala-gejala seperti yang tertera di atas, segeralah pergi ke rumah sakit untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Agar bisa menentukan jenis penanganan yang paling baik bagi pengidap stroke, dokter akan mengevaluasi terlebih dahulu jenis stroke dan area otak yang mengalami stroke.

Langkah awal diagnosis, dokter akan bertanya kepada pasien diataranya :

  • Awal munculnya gejala, apa yang dirasakan dan apa yang pasien lakukan saat gejala tiba-tiba muncul.
  • Jenis obat-obatan yang pernah dan sedang dikonsumsi.
  • Memeriksa riwayat kesehatan pasien dan keluarga pasien terkait penyakit yang berhubungan dengan stroke.

Setelah itu, dokter melakukan pemeriksaan fisik pada pasien secara keseluruhan. Biasanya diawali dengan peeriksaan tekanan darah, detak jantung, dan bunyi bising abnormal di pembuluh darah leher. Dokter juga akan merekomendasikan pemeriksaan lanjutan, seperti elektrokardiografi, USG doppler karotis, tes darah, CT scan, MRI, dan ekokardiografi.

Deteksi harus secepatnya dalam masa ‘Golden Period’ setelah serangan. Stroke iskemik, karena penyumbatan harus diberikan obat pengencer darah untuk melancarkan sumbatan dalam waktu tidak lebih dari 3 jam setelah serangan, sedangkan stroke hemorragik dimana terjadi pendarahan harus segera dilakukan pembedahan untuk membersihkan darah dari otak. Jika terlambat penanganannya, maka pasien akan menderita pasca stroke yang lebih berat.

Semoga kita semua bisa terhindar dari penyakit ini dan penyakit lainnya. Aamiin..

 

Baca juga :

Al-Quran telah sampai

Menabung dan investasi

Generasi yang ditolong Allah

Ikuti kegiatan kami di @yasapeduli

Leave a Comment