Teknologi Tak Mampu Menuntaskan Rindu

Teknologi Tidak Mampu Menuntaskan Rindu

Ustadz Cahyadi Takariawan

“Apa sulitnya ngomong… Telpon gak pernah, sms gak pernah…”

“Aku gak punya pulsaaaaa……”

Begitu kata iklan di televisi. Teknologi komunikasi seakan telah dijadikan sarana utama untuk menjalin hubungan kemesraan. Tidak masalah terpisah jarak, tapi tetaplah bicara lewat telepon atau sms, atau lewat email, chatting dan sebagainya. Namun, benarkah teknologi bisa menautkan hati? Bisakah teknologi merawat perasaan? Bisakah teknologi melanggengkan kecintaan? Bisakah teknologi menuntaskan kerinduan?

Dalam kehidupan keluarga modern yang sangat sibuk, sering kita mendengar ungkapan,

“Tidak penting berapa lama waktu pertemuan, namun yang lebih penting adalah kualitas pertemuan”.

Ungkapan ini seakan membenarkan kesibukan suami dan istri yang membuat mereka jarang bertemu. Kurang lebih ingin memaafkan kondisi ini dengan dalih kualitas pertemuan jauh lebih penting daripada jumlah dan waktu pertemuan.

Benar, kualitas pertemuan sangat penting. Namun jangan pernah mengabaikan kuantitas pertemuan. Jangan sekali-kali menganggap bahwa jumlah atau hitungan waktu pertemuan tidak penting. Kuantitas pertemuan itu sangat penting. Sekali lagi: sangat penting!

Teknologi Tidak Mampu Menuntaskan Rindu

Saya tidak bisa membayangkan bahwa sebuah keluarga hidup terpisah dalam waktu yang lama dan tidak ada batas masa yang jelas kapan bertemunya. Suami bekerja di Indonesia, istri bekerja di Malaysia. Suami bekerja di Australia, istri bekerja di Indonesia.

Suami tinggal di Kalimantan, istri tinggal di Sulawesi. Suami menetap di Aceh, istri menetap di Papua. Setiap hari mereka berkomunikasi melalui telepon, SMS, email, chatting, teleconference, dan sejumlah sarana lainnya yang sangat canggih.

Secanggih apapun teknologi yang membuat anda selalu terhubung dengan pasangan anda selama 24 jam sehari semalam, namun ingatlah: teknologi tidak pernah bisa menggantikan kehangatan pertemuan langsung. Saat mengobrol melalui teknologi internet, saling bisa memandang dan melihat pasangannya melalui layar laptop, namun itu tidak pernah serupa dengan pertemuan langsung.

Rasa kangen yang anda miliki dan ingin anda curahkan kepada pasangan, ternyata hanya berhadapan dengan benda keras bernama laptop atau komputer. Saat anda menyentuh wajahnya dan membelai rambutnya, ternyata hanya layar laptop atau layar komputer.

Tidak ada yang bisa menggantikan pelukan langsung antara suami dan istri. Teknologi tidak akan mampu menggantikan perasaan nyaman yang muncul akibat pelukan mesra. Tidak bisa dan tidak akan bisa. Pelukan benar-benar spesial dan tak tergantikan oleh kecanggihan teknologi.

Konon, saat berpelukan, tubuh melepaskan hormon oxytocin yang berkaitan dengan rasa damai dan cinta. Hormon ini membuat jantung dan pikiran menjadi tenang dan sehat. Itulah sebabnya, pelukan diyakini dapat menambah angka harapan hidup pasangan anda.

Setiap kali anda memeluk pasangan dengan penuh ketulusan dan kasih sayang, bertambahlah angka harapan hidupnya, karena bertambah kesehatannya. Hal ini akan tampak pada penampilannya yang awet muda.

teknologi

Perhatikan Kuantitas Pertemuan

Bukan hanya kualitas pertemuan, pasangan suami istri harus sangat peduli dengan kuantitas pertemuan. Jika suami dan istri terpisah oleh jarak karena tuntutan pekerjaan atau alasan apapun, harus ada batas waktu yang jelas kapan kondisi seperti itu akan berakhir. Karena normalnya kehidupan keluarga adalah tinggal bersama dalam satu rumah tangga. Kehadiran suami dan istri dalam rumah tangga yang harmonis, sangat bermakna bagi kualitas kehidupan.

Di antara bahaya keterpisahan suami dan istri adalah muncul perasaan lebih nyaman kalau sendirian. Karena telah terbiasa tinggal terpisah dari pasangan dan dari keluarga, akhirnya masing-masing menikmati suasana kesendirian tersebut, dan bahkan terbentuk sikap merasa lebih nyaman sendirian.

Bahaya sekali sikap seperti ini, karena sangat potensial menghancurkan kebahagiaan keluarga. Akhirnya menganggap tidak ada manfaatnya kebersamaan, dan merasa lebih nyaman kesendirian.

Jadi, pertemuan suami dan istri harus menjadi pertemuan yang berkualitas. Namun jangan mengabaikan kuantitas pertemuan. Anda harus selalu mengagendakan untuk bertemu dan berkumpul dalam sebuah kehangatan dan keharmonisan keluarga. Sesibuk apapun anda, setinggi apapun posisi karir anda, sepadat apapun jadwal kegiatan anda, harus selalu memiliki waktu yang cukup untuk bertemu dan berkumpul dengan pasangan dan keluarga anda.

Dan jangan lupa, sering-seringlah memeluk pasangan anda. Karena teknologi tidak akan mampu menuntaskan perasaan rindu.

 

Baca juga :

Unsur dasar saling mencintai

Ilusi pikiran

Larangan mengolok olok

Ikuti kegiatan kami di @yasapeduli

Leave a Comment