Sebenarnya, Kemudahan Dan Kesulitan Itu Netral

Kemudahan Dan Kesulitan

Generasi penuh kemudahan

Kita adalah generasi yang disuguhi dari satu kemudahan ke kemudahan lainnya. Bukan generasi yang  perlu berpetualang mendaki gunung, mengarungi samudra, menyisiri sungai dan melintasi gurun. Tak sempat merasakan perjuangan mengusir penjajah. Tak sempat mengangkat senjata bambu runcing. Tak sempat merasakan pedih perihnya sehari makan sehari tak makan.

Lantas kita gagal untuk merasakan perjuangan itu. lalu kemudian menjadi manja. Tidak siap dengan situasi yang tidak mengenakkan. Menjalani kehidupan hanya dengan asumsi kemudahan dan kemudahan. Tanpa siap dengan kesulitan. Bagi generasi ini, kemudahan dan kesulitan bukanlah hal yang sama.

Sudah ada pesawat yang siap mengantarkan ke penjuru dunia. Sudah ada internet yang siap mencarikan apapun yang dibutuhkan. Sudah ada facebook yang siap menghubungkan dengan siapapun. Sudah ada youtube yang menyediakan ceramah para Ustadz dari penjuru dunia

Dalam kondisi yg sebegitu mudahnya. Lalu pertanyaan  adalah apa prestasi terbesar kita sampai saat ini?

Sebagai pembanding kita semua :

Sayyid Qutb menyelesaikan tafsir Fi dzilatil Qur’an ketika di penjara. Al Qarni menulis buku La Tahzan saat dipenjara. Soekarno memikirkan konsep ke Indonesiaan saat dipenjara. Nelson Mandela memperjuangkan politik Apartheid saat di penjara.

Mereka berkarya justru saat kondisi tidak mudah. Sulit,terbatas dan tidak bebas. Tapi justru itulah kondisi yang paling mudah baginya menorehkan karya. Sulit menurut kita tapi mudah baginya. Tak mungkin dalam akal kita tapi rasional bagi logika mereka. Itulah ilusi kemudahan.

Tiada kemudahan tanpa kesulitan

Allah pun mendatangkan kemudahan dan kesulitan dalam satu paket. Setiap 2 kemudahan diantara 1 kesulitan. Semakin banyak kesulitan yang datang, dalam waktu yang sama kemudahan pun juga datang dalam jumlah lebih banyak. Begitulah tafsir dari surat Al insyiroh:5-6.

Kemudahan dan kesulitan adalah satu paket yang tak bisa dipisah-pisah. Sebagaimana hidup dan mati, bertemu dan berpisah, awal dan akhir, siang dan malam, gelap dan terang. Kemudahan dan kesulitan baiknya selalu disyukuri keberadaanya.

Bagaimana mungkin Allah mengabulkan doa kita: Ya Allah mudahkan urusanku”… Padahal dalam waktu yang lain kita berdoa :” Ya Allah naikkan kelas hidupku”.

Kita ingin naik kelas tapi dengan tantangan yang lebih mudah. Apa bisa?.

Anak SD saja paham kalau soal ujian siswa kelas 5 lebih sulit daripada kelas 3. Dan itu sangat rasional.

Keinginan mendapatkan kemudahan demi kemudahan jangan sampai melupakan bahwa kita butuh menjadi kuat.

Hadits Rasulullah SAW,

“sesungguhnya pahala yang besar didapatkan melalui cobaan yang besar pula…”.

kemudahan dan kesulitan

Kemudahan maupun kesulitan sama saja

Maka kemudahan dan kesulitan adalah sesuatu yang netral. Tergantung siapa dan bagaimana memanfaatkan keduanya. Ada orang yang dengan segala kemudahan dalam hidupnya namun tak punya prestasi yang menyejarah. Namun tidak sedikit orang yang hidupnya tidak mudah namun mampu menorehkan sejarah. Sejarah bagi dirinya bahkan bagi umat manusia.

Ada 3 hal yang tidak boleh ada dalam diri kita saat kemudahan menghampiri kita :

Kemudahan tidak boleh membuat terlena

Kemudahan justru harus menjadi pemicu untuk bersegera bertindak. Ambil peran seoptimal mungkin. Menanam kebaikan dan kebermanfaatan seluas – luasnya. Mumpung kondisi masih mudah.  Segalanya masih dalam kontrol dan kendali. Terlalu banyak yang bisa dilakukan. Jangan sampai terlena. Jangan kasih kendor.  Hehe….Mumpung masih muda, masih sehat, masih berkesempatan, masih cerdas, masih kuat dan masih hidup

Kemudahan tidak boleh membuat alasan untuk menunda

Sesuatu yang mudah jika ditunda akan menjadi sulit. Sesuatu yang sulit jika ditunda akan menjadi tidak mungkin. Maka ketidakmungkinan adalah akumulasi dari kemudahan yang ditunda dan ditunda lagi. Berhentilah untuk menunda. Karena penundaan akan melahirkan penundaan – penundaan lainnya.

Kemudahan tidak boleh membuat bangga diri berlebihan

Bangga boleh. Yang tidak boleh bangga berlebihan hingga lupa diri. Kemudahan dan kesulitan datangnya dari ALLAH SWT. Dalam Kuasa-NYA ,atas ijin-NYA.Pujilah Nama-NYA, berdzikirlah kepada-NYA. Bersyukurlah lalu buktikan dengan tindakan – tindakan positif.

Jika masa muda diisi dengan bersantai, lalu masa tua seperti apa yang bisa dibayangkan?

Jika kuliah diisi dengan bermalas malasan, lalu wisuda seperti apa yang bisa diharapkan?

Jika bekerja dilalui dengan keterpaksaan, lalu pensiun seperti apa yang bisa dinantikan?

Jika ibadah dijalankan dengan kehampaan, lantas balasan seperti apa yang layak diberikan?

Jika hari- hari diisi dengan penundaan dan kemalasan, maka keindahan masa depan apa yang bisa didapatkan?

Jika nasehat – nasehat kebaikan direspon dengan sinis, maka perubahan nasib seperti apa yang bisa didambakan?

Jika di dunia dihiasi dengan amal – amal yang buruk, maka akhirat seperti apa yang bisa diminta ?.

 

Baca juga :

Buah kurma dan manfaatnya

Berbagi senyuman bersama relawan dan lansia

Larangan mengolok – olok kaum lain

Ikuti kegiatan kami di @yasapeduli

Leave a Comment