Berbagi Senyuman Bersama Relawan dan Lansia

Persiapan Relawan Pejuang Perubahan

Ahad, 12 September 2021, kurang lebih pukul 09.00 WIB, kami para relawan berkumpul untuk persiapan cek kesehatan bagi lansia yang sudah terdata.  Ada yang memiliki rumah sendiri ada juga yang tempat tinggalnya hasil dari orang baik sekitarnya. Tepat pukul 11.00 WIB, kami semua terbagi menjadi 3 kelompok dan langsung menuju tempat tujuan sesuai data yang diberikan per kelompok. Ada 3 desa yang kami kunjungi, Tunggul Wulung, Tasikmadu dan Ketawangede.

Lansia Tunggul Wulung, Bu Tiayah

Tujuan pertama adalah Desa Tunggul Wulung, di kediaman rumah Bu Tiayah. Lumayan mudah mencari rumah beliau dengan bertanya pada orang sekitar. Kediaman beliau adalah rumah pemilik mebel yang berbaik hati memberi tumpangan. Rumahnya berada di gang kecil, dan masuk ke belakang toko mebel, disamping rumah masih ada gerbang besi. Banyak fakta yang aku dengar dari seseorang mengenai beliau. Beliau kelahiran tahun 1935, hidup sendirian tanpa ada anak, suami, maupun saudara. Tetapi, beliau dirawat oleh tetangganya yang tak memiliki hubungan darah sama sekali. MasyaAllah. Qadarallah, beliau tidak bisa berjalan semenjak ditabrak oleh seorang pemabuk kurang lebih satu tahun yang lalu.

Relawan Pejuang Perubahan Dan Lansia Malang

Ucap salam lalu masuk, itu yang kami lakukan. Ada raut wajah bahagia seakan-akan kedatangan orang yang selama ini ia rindukan. Ya, kami dianggap anaknya. Banyak pertanyaan yang kami lontarkan, agar tidak terlalu canggung. Beliau bercerita betapa tidak bertanggungjawabnya seseorang yang menabraknya, sampai membuat tidak bisa berjalan. Tidak membawanya berobat ditinggalkan begitu saja. Di hati terbesit, bagaimana jika beliau memperlukan bantuan saat itu juga. Meski beliau sudah tua, tapi pendengarannya bagus.

Lansia Ketawanggedhe, Bapak Abdul Hamid

Kami melanjutkan perjalanan ke Desa Ketawangedhe di kediaman Bapak Abdul Hamid. Beliau juga tinggal sendirian. Kami membuka gerbang dan mengetuk pintu. Namun tak ada sahutan dari dalam, mungkin beliau dikamar. Kemudian kami memanggil Ketua RT dan beliau keluar dari kamarnya. Kami menanyakan apakah beliau ada keluhan? Apa sudah makan? Apa beliau baru saja tidur? Beliau pun menjawab dengan suaranya yang terengah-engah. Aliran darah beliau tidak lancar, sering cekot-cekot dibagian kaki, dan masih banyak keluhannya. Kami sedikit kesulitan ketika menimbang badan beliau. Karena badannya yang tak stabil, akhirnya kami memegangi tangan dan kaki untuk memapahnya ke timbangan.

Lansia Tasikmadu, Mbok Darmi

Perjalanan berlanjut ke Desa Tasikmadu, lumayan banyak cerita disini. Bu Aminah yang telah dibawa cucunya ke Singosari karena beliau terpeleset dikamar mandi dan kondisi rumah yang sekarang kosong. Kembali ke target selanjutnya, cukup sulit untuk yang terakhir mencari tempat lokasi selanjutnya.

Beliau bernama Mbok Darmi, tinggal disekitar tempat pembuangan sampah yang dibangunkan warga sekitar. Kami bertemu beliau, beliau sedang bersih-bersih di depan rumahnya. Beliau bercerita bahwa dirinya baru sampai dari kediaman anaknya yang berada di Kecamatan Wajak karena merindukan cucunya. Beliau menambahkan bahwa sebenarnya, anaknya telah melarang beliau untuk kembali ke rumah tersebut. Namun, beliau menyayangkan rumah itu dan tetap kembali kesitu. Depan rumah dipakai untuk menjual macam-macam sayur matang, kacang tanah, dan lain-lain. Beliau mengeluh karena sering nyeri diseluruh tubuh padahal anaknya selalu membelikan berbagai obat dan jamu mujarab untuknya. Di akhir pertemuan, salah satu relawan membeli kacang tanah beliau karena dari semua jualannya yang layak dimakan ya hanya kacang tanah itu saja.

Relawan Pejuang Perubahan Dan Lansia Malang

Melelahkan namun ada kebahagian tersendiri setelah datang dan melihat senyuman mereka. Kami banyak mendapatkan ilmu baru dan pengalam baru. Bagaimana cara mengecek gula darah, kolestrol dan asam urat. Bagaimana mengajak ngobrol untuk membuat orang tua senang. Mengetahui sisi atau sudut pandang yang belum pernah kita ketahui sebelumnya dan mengajarkan arti bersyukur kepada Allah. Kegiatan kali ini memang sangat berkesan.

Relawan Pejuang Perubahan Dan Lansia Malang Relawan Pejuang Perubahan Dan Lansia Malang Relawan Pejuang Perubahan Dan Lansia Malang

Satu Hati Sejuta Peduli

Ikuti Kegiatan Sosial Kami Lainnya: @yasapeduli

Baca Artikel Lainnya

Leave a Comment