Pendidikan Dan Perjuangannya dalam Dakwah

Berdakwah Dalam Pendidikan

Ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Sayyid Qutb –rahimahullah-, pejuang dakwah dari Mesir, “Apabila terjadi kerusakan pada satu generasi manusia, maka untuk memperbaikinya bukan dengan memperketat hukum terhadap mereka, melainkan dengan memperbaiki pendidikan dan hati mereka serta menghidupkan rasa taqwa di dalam hati mereka.”

Agama atau rasa taqwa dan pendidikan laksana dua keping mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Prioritas pertama tentu tetap agama, kemudian dilengkapi dengan pendidikan. Tidak boleh terbalik atau salah prioritas. Karena inilah jalan terbaik yang telah Allah Ta’ala tetapkan, dan tidak akan bisa dirubah sampai kapanpun.

Dengan memegang prinsip tersebut, LAZ YASA Malang mendesain program-program pemberdayaannya. Program pendidikan selalu seiring sejalan dengan program dakwah, bahkan ikatan kepada mustahik sebelum mendapatkan kemanfaatan program adalah komitmen untuk aktif di pendampingan spiritual.

Ponpes Yatim Dhuafa Al Ikhlas, yang telah melewati usia 10 tahun, menerapkan sistem pendidikan kepesantrenan dengan tidak melupakan pendidikan formal. Hasilnya Alhamdulillah mulai terlihat saat akhlaq dan prestasi santriwan santriwati mengalami perubahan ke arah yang lebih positif.

Program Pendidikan Unggulan

Salah satu program unggulan LAZ YASA Malang lainnya yaitu Beasiswa Ayah Bunda Asuh untuk Yatim dan Dhuafa, mensyaratkan pembinaan spiritual bagi anak asuh dan salah satu orang tuanya. Tidak akan bisa mendapatkan akses bantuan beasiswa ini jika mustahik tak berkomitmen dalam pembinaan spiritual. Hal tersebut untuk lebih memastikan bahwa perubahan pada mustahik akan berkelanjutan jika kondisi iman taqwa mereka semakin mantap.

Pesantren Syajaroh Thoyyibah hadir untuk menjembatani kebutuhan spiritual para mahasiswa dan mahasiswi agar selama kuliah tidak terpengaruh pergaulan yang negatif. Interaksi intensif dengan Al Qur’an serta wawasan Keislaman yang dipadukan dengan nilai-nilai kepemimpinan diharap merubah dan memacu prestasi mahasantri. Semoga lahir calon pemimpin berkualitas dari program ini.

Dan masih ada beberapa program lain yang telah menerapkan keterpaduan dakwah dan pendidikan, seperti Sekolah Langkah Gemilang, Rumah Yatim Bahagia, Cinta Guru Kita. Semua merupakan ikhtiar kita untuk mempersembahkan yang terbaik kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Bahwa kita melalui LAZ YASA Malang insya Allah akan terus berada di garda terdepan dalam membersamai ummat.

Karenanya, mari teruskan kebersamaan kita di 2020, sehingga akan lahir program-program kepedulian yang manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh para mustahik, tetapi manfaat itu juga bisa kita rasakan. Bahagia, berkah, keberlimpahan hanya ada dalam ketaatan pada Allah dan ada dalam membahagiakan sesama.

Fitrah Manusia

Fitrah manusia adalah diciptakan oleh Allah Ta’ala sebagai sebaik-baik ciptaan, sebagaimana difirmankan oleh-Nya dalam surah At Tiin ayat keempat,

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”

Allah lah yang menciptakan manusia dalam bentuk yang pertama kali, dan memiliki bentuk yang sempurna, dan dihiasi dengan akal, lisan, dan kelebihannya atas kebanyakan makhluk.

Allah menciptakan manusia dengan tubuh yang tegak, sehingga dapat memakan makanannnya dengan tangan; dan Allah menciptakan manusia dengan kemampuan memahami, berbicara, mengatur, dan berbuat bijak, sehingga memungkinkannya menjadi khalifah di muka bumi sebagaimana yang Allah kehendaki.

Dalam tafsir Kemenag RI terkait ayat tersebut dikatakan bahwa Allah Ta’ala telah menciptakan manusia dalam kondisi fisik dan psikis terbaik. Bila fisik dan psikis manusia dipelihara dan ditumbuhkembangkan, maka manusia akan dapat memberikan kemanfaatan yang besar kepada alam ini. Dengan demikianlah ia akan menjadi makhluk mulia.

Allah menganugerahkan kepada manusia bentuk yang indah ini; karena Allah memiliki tujuan penting dari penciptaan itu, yaitu agar manusia mendirikan ibadah dimuka bumi ini hanya untuk Allah, Allah memberikan mereka akal yang dengannya mereka mampu membedakan antara yang baik dan yang buruk, dan yang bermanfaat dan yang mencelakai, Allah menganugerahkan kepada manusia bebeberapa keistimewaan yang tidak diberikan kepada makhluk lainnya.

Oleh karenanya, setiap orang memiliki kesempatan yang sangat besar untuk menjadi pribadi yang hebat, sesuai dengan kemampuan dan keadaannya masing-masing. Tentunya, ketika ia bisa mengembangkan potensi dirinya, terutama potensi psikisnya. Dan psikis manusia hanya bisa dipelihara dan ditumbuhkembangkan dengan memberinya agama dan pendidikan yang baik.

Wallahu a’lam bishshowab.

Baca Artikel Islami Lainnya

Ikuti Kegiatan Sosial Terbaru Kami: @yasapeduli

Leave a Comment